Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Kisah Sabar yang Mengharukan

Seorang penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh “Prof. Dr. Khalid al-Jubair ” menceritakan sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab yang Terlupakan). Mari sejenak kita perhatikan bersama kisah tersebut. Dokter tersebut berkata:

Pada suatu hari, (hari Selasa) aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.

dan Pada hari Kamis pukul 11.15 -aku tidak melupakan waktu itu karena pentingnya kejadian tersebut- tiba tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun bertindak cepat untuk menangani anak tersebut , kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah ‘Azza wa Jalla menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla.

setelah itu aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulitnya untuk mengabarkan keadaan pasien kepada keluarganya jika ternyata keadaannya memburuk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tetapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.” Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?
Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”

Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.
Sepuluh hari kemudian , mulailah sang anak bergerak gerak. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla serta menyampaikan sebuah kabar gembira , yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kamipun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

3,5 bulan kemudian , anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku tidak pernah melihat semisalnya sebelumnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah ‘Azza wa Jalla dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2C. Maka kukatakan kepada ibunya: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menangis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6C, dia akan mati…, dia akan mati…”. Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41,0C sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no.6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”

mendengar pernyataan ibu tersebut , aku jadi teringat sebuah hadits Rasulullah Sholallahu ‘alihi wasallam yang indah lagi agung: ”Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

beberapa waktu kemudian , ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:

“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku sendiri belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Di mana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda.

dalam kondisi anak nya yang seperti ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya. Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut dihadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?

Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompeks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya apa-apa kecuali hanya berdo’a dan merendahkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh dengan sempurna karena rahmat Allah ‘Azza wa Jalla sebagai balasan bagi seorang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyusul ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.
Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak titu keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki beserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “Tidak mengenal mereka.”

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku pun menyambut mereka denagn ramah , dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”

mendengar hal itu Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan linangan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.

Tahukah anda apa yang dia katakan?

Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Bapak itu berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.”

Maka kukatakan kepadanya: “wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.”

….

Saudara-saudariku sekalian, ketahuilah bahwa beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah taufik dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Sumber: Qiblati edisi 01 tahun III
Read More..

Penyumbat Saluran Rezeki

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.

Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?

Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.

Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.

Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.

Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.

Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. ( KH Abdullah Gymnastiar )

sumber : mualaf.com
Read More..

Sifat Syurga dan Penduduknya

Syurga adalah tempat istirahat yang sebenarnya. Satu tempat istimewa yang disediakan oleh Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya yang telah mengabdikan diri mereka sepenuhnya ketika didunia. Banyak dalam ayat-ayat al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi s.a.w. yang menceritakan tentang nikmat dan gambaran tempat tinggal di Syurga Allah s.w.t.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata, "Ya Rasulullah dari apakah dibuat Syurga itu?".
Jawab baginda : "Dari air."
Kami bertanya : "Beritakan tentang bangunan Syurga?"
Jawab baginda : "Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za'faran, kerikilnya mutiara dan yakud, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya."

Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :
"Sesungguhnya didalam Syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah : Wa dhillin mamdud (dan naungan yang memanjang terus).

Dan di dalam Syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau di dengar telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia.

Bacalah kamu : Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dan kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan).


Dan tempat kembali di dalam Syurga lebih baik dari dunia seisinya. Bacalah ayat : Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam Syurga berarti telah untung)."

(Hadis Riwayat Abul-Laits dari Abu Hurairah r.a.)

Kenikmatan yang paling tinggi sekali dan tidak ada nikmat yang lain dapat mengatasinya adalah apabila Allah s.w.t. mengizinkan ahli Syurga melihat zat Allah s.w.t.

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :
"Apabila ahli Syurga telah masuk ke Syurga, dan ahli Neraka telah masuk ke Neraka, maka ada seruan : 'Hai ahli Syurga Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu.'
Mereka berkata : 'Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami, dan memutihkan wajah kami, dan memasukkan kami ke dalam Syurga, dan menghindarkan kami dari Neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat-Nya, demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah."
(Hadis Riwayat Abul-Laits daripada Shuhaib r.a.)

Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi s.a.w yang bermaksud :
"Rombongan pertama akan masuk Syurga dari umatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang di langit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas, dari ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum, dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tinggi bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta."

Ibn Abbas berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Sesungguhnya ahli Syurga itu muda semuanya, polos , halus, tidak ada rambut kecuali di kepala, alis dan di kelopak mata, sedang janggut, misai, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata :' Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil, dan makan dari kebun Syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, dan dimakan oleh orang itu sekuatnya.'

Dan tiap wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang di jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang :
Pertama : Selamat sejahtera kamu kerana kesabaranmu.
Kedua : Masuklah ke Syurga dengan selamat dan aman.
Ketiga : Itulah Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu.
Keempat : Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita.
Kelima : Kami memberimu pakaian dan perhiasan.
Keenam : Kami kawinkan kamu dengan bidadari.
Ketujuh : Untukmu dalam Syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu.
Kelapan : Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan siddiqin.
Kesembilan : Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya.
Kesepuluh : Kamu tinggal dengan tetanga yang tidak mengganggu tetanggnya."


Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Di dalam Syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika di dunia, dan cara beribadat bagaimana keadaan antara si fakir dengan yang kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai di Syurga."

Sahabat yang dihormati,
Sebelum memasuki ke Syurga setiap manusia akan melalui siratul mustaqim, melainkan para syuhada yang memasuki Syurga tanpa hisab dan tidak perlu meniti siratul mustaqim.

Abul-Laits meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Manusia semua akan berdiri di dekat Neraka kemudian mereka menyeberang di atas sirat (jambatan) di atas Neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang dan yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan di atas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam Neraka, dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang di kanan-kiri Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang-orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur ke dalam api Neraka, sedang para Malaikat itu sama-sama berdo'a Robbi sallim sallim (Ya Tuhan selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang terakhir masuk ke Syurga maka ketika ia selamat dari sirat terbuka baginya pintu Syurga dan merasa tidak ada tempat baginya di Syurga, sehingga ia berdo'a : 'Ya Tuhan tempatkan saya di sini.'

Jawab Tuhan : 'Kemungkinan jika Aku beri padamu tempat itu lalu minta yang lainnya?.'

Jawabnya :' Tidak, demi kemuliaan-Mu. Maka ditempatkan di situ', kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga ia merasa kerendahan tempat yang diberikan padanya lalu ia berkata : 'Ya Tuhan tempatkanlah aku di situ.'

Di jawab oleh Tuhan : 'Kemungkinan jika Aku berikan kepadamu, kau minta yang lainnya?'

Jawabnya :' Tidak demi kemuliaan-Mu', kemudian diperlihatkan kepadanya Syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya itu masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama, sehingga ditanya :' Apakah kau tidak minta?'

Jawabnya : 'Saya sudah minta sehingga merasa malu.'

Maka firman Allah yang bermaksud : 'Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat di Syurga."

Abdullah bin Mas'ud berkata : " Nabi s.a.w jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya."


Di dalam hadis yang lain menceritakan bahawa di antara wanita-wanita di dunia ini ada yang kecantikannya melebihi bidadari kerana perbuatannya ketika di dunia.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
"Kami cipta mereka baru, dan kami jadikan mereka tetap gadis, yang sangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahlil yamin"

Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Arqam r.a. berkata : Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi s.a.w dan bertanya : "Ya Abal-Qasim apakah kau nyatakan bahawa orang Syurga itu makan dan minum?"
Jawab Nabi s.a.w : "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, seorang ahli Syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima' (bersetubuh)"
Ia berkata :'"Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang Syurga itu bersih tidak ada kotoran?'"
Jawab Nabi s.a.w. : "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi."

Sahabat yang dimuliakan,
Abul-Laits berkata sesiapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara :
1.Manahan dari maksiat, firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Dan menahan nafsu dari maksiat maka Syurga tempatnya."
2.Rela dengan pemberian yang sederhana sebab dalam hadis yang bermaksud : "Harga Syurga itu ialah tidak rakus pada dunia."
3.Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan, sebab kemungkinan amal itulah yang menyebabkan pengampunan dan masuk Syurga. Allah berfirman yang bermaksud ; "Itu Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu."
4.Cinta pada orang-orang soleh dan bergaul pada mereka sebab mereka diharapkan syafa'atnya sebagaimana dalam hadis yang bermaksud : "Perbanyaklah kawan, kerana tiap kawan itu ada syafa'atnya pada hari Qiyamat."
5.Memperbanyakkan do'a dan meminta masuk Syurga dan hasnul khotimah.

Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Siapa yang meminta kepada Allah Syurga sampai tiga kali, maka Syurga berdo'a : 'Ya Allah, masukkan ia ke Syurga, dan siapa berlindung kepada Allah dari Neraka tiga kali, maka Neraka berdo'a ; 'Ya Allah hindarkan ia dari Neraka."

Ahli-ahli Syurga sentiasa sibuk berziarah di antara satu sama lain. Dikumpulkan semua ahli keluarga dari ayah, datok seterusnya keturunan di atas hingga ke datok kita pertama Nabi Adam a.s. Begitu juga dipertemukan anak, cucu, cicit dan serterusnya keturunan kita dibawah hingga kehari Qiyamat. Kalau kita di dunia hanya bertemu kaum keluarga yang terdekat sahaja tetapi di Syurga kita dapat bertemu semua ahli keluarga dan keturunan kita tanpa hadnya dan amat seronok dapat berbincang dan manceritakan amalan masing-masing hingga menyebabkan berhasil dapat memasuki Syurga.

Di Syurga juga kita dipertemukan dengan sahabat-sahabat, saudara seperjuangan dalam dakwah, rakan-rakan, jiran tetangga dan orang-orang soleh yang lain. Yang amat mengembirakan sekali kita dapat bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w dan sahabat-sahabat baginda. Bahasa yang di gunakan di Syurga adalah bahasa Arab, walaupun di dunia kita tak tahu bahasa Arab tetapi secara otomatik kita akan fasih berbahasa Arab kerana setiap hari kita solat menggunakan bahasa Arab. Sesiapa di dunia tidak pernah solat (dalam solat kita gunakan bahasa Arab) maka dia tidak akan memasuki Syurga.

Di Syurga kita diberikan kebenaran untuk berkomunikasi denga ahli Neraka, dan mereka melahirkan penyesalan kerana semasa di dunia mereka tidak mahu mendengar ajakan untuk beriman kepada Allah s.w.t. dan mentaati Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w.

Syurga mempunyai 7 tingkat. Tingkat yang paling tinggi adalah Syurga Firdaus. Nabi s.a.w ada menyatakan bahawa kalau kita berdo'a mintalah pada Allah s.w.t. Syurga yang paling tinggi iaitu Syurga Firdaus. Di tingkat mana di dalam Syurga seseorang hamba itu di tempatkan adalah bergantung pada amalan masing-masing, semakin banyak amalan kebaikannya maka semakin tinggi tempat duduknya di Syurga. Penghuni Syrga juga menyesal kerana amalannya di dunia menyebabkan ia tidak dapat menduduki Syurga yang lebih tinggi. Dan jika diberi peluang ia sanggup balik semula ke dunia untuk membuat amalan soleh dan amal ibadah yang lebih banyak dan berkualiti supaya dapat memasuki Syurga yang paling tinggi sekali.

Di Syurga juga terdapat sungai susu, sungai arak dan sungai madu. Kenderaan yang di gunakan bergantong kepada keinginan masing-masing. Apabila masuk sahaja ke dalam Syurga, maka Allah s.w.t. sediakan kuda dari permata dan mempunyai dua sayap yang boleh terbang dan bergerak kemana sahaja mengikut arahan penghuni Syurga tersebut.

Makanan yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga :
Diriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. bahawa baginda ditanya,"Makanan apakah yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga?" Baginda menjawab, "Hati ikan." Ditanya kembali. "Kemudian apa lagi setelah itu?" Baginda menjawab,"Bagi mereka disembelihkan sapi Syurga yang biasa makan di tepian Syurga." Kemudian baginda ditanya lagi, "Apakah minuman mereka?" Maka, baginda menjawab, "Dari mata air Syurga yang bernama Salsabila."
(Hadis Riwayat Muslim).

Mata air yang mengalir di Syurga :
Rasulullah s.a.w. ditanya, seperti apakah mata air yang mengalir di Syurga? Maka, baginda menjawab," Mata air dari madu yang murni, sungai-sungai dari khamar (arak) yang tidak menyebabkan mabuk dan penyesalan, sungai-sunagai dari susu yang tidak berubah rasanya, air jernih yang belum berubah dan buah-buahan. Demi Allah, kalian tidak pernah melihat kenikmatan ini di dunia dan tidak ada sedikitpun yang serupa dengannya."
(Hadis Riwayat Ahmad).

Isteri-isteri di Syurga :
"Adakah kita akan mempunyai isteri di Syurga?" Maka, baginda menjawab, " Orang-orang yang soleh akan dinikahkan dengan wanita-wanita yang solehah. Kalian akan merasakan kenikmatan sebagaimana isteri-isteri kalian juga akan merasakan kenikmatan waktu di dunia. Perbedaannya, hubungan intim di Syurga tidak menyebabkan kehamilan."
(Hadis Riwayat Ahmad)


Penghuni Syurga saling menikah :
"Apakah penghuni Syurga saling menikah?" Maka, baginda menjawab, "Nafsu syahwat mereka tidak pernah putus dan kemaluan mereka tidak pernah lemas serta dorongan seksual mereka sangat kuat sekali."

Hubungan dengan isteri :
"Apakah penghuni Syurga juga berhubungan badan dengan isteri-isteri mereka?" Maka, baginda menjawab, " Sangat kuat dorongan seksualnya, tetapi mereka tidak mengeluarkan mani dan juga isterinya."

Penghuni Syurga tidak tidur.
"Apakah penghuni Syurga itu tidur?" Maka, baginda menjawab, "Tidur itu berarti mati, penghuni Syurga tidak pernah tidur,"

Marilah sama-sama kita berdo'a kepada Allah s.w.t. semoga Allah s.w.t. dengan rahmat dan kasih sayang-Nya mengizinkan kita agar dapat memasuki Syurga-Nya yang penuh kenikmatan dan di jauhkan kita daripada Neraka.

Semoga bermanfaat.

sumber:Catatan Akhi Abu Basyer
Read More..

Syurga Wanita dimana ?

Rumah adalah pusat kegiatan para wanita. Rumah adalah Syurga dan medan jihad serta gelanggang bagi kaum wanita menumpukan masa bagi menyelesaikan tugas dan tanggungjawab mereka yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul.

Berbeza dengan kaum lelaki, gelanggang perjuangan mereka adalah diluar . Segala pahala mereka ada diluar rumah. Tetapi sebaliknya bagi kaum wanita mereka dengan mudah sahaja memperolehi pahala di dalam rumah dan di sekitar perkarangan rumah mereka sendiri.

Apabila seorang wanita telah menikah, ia tidak diwajibkan untuk bekerja dan menafkahi keluarga karena tugas untuk memberi nafkah adalah tugas dan tanggungjawab suami, tetapi sekiranya ia ridha untuk membantu suami dalam mencari tambahanan rezeki untuk keluarga tidaklah dilarang. Tetapi perlu diingatkan bahwa tugas asasi wanita adalah mentaati suami dan mendidik anak-anak tugas ini adalah tugas yang lebih utama daripada tugas yang lain.

Berdasarkan hadist dari Nabi s.a.w menyatakan bahwa keutamaan dan pahala kepada wanita yang bersembahyang di dalam bilik dan di dalam rumah melebihi daripada Masjid Nabawi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sholat di Masjid Nabawi pahalanya amat besar sehingga tidak terkira jumlahnya daripada bersembahyang di masjid-masjid lain di dunia ini.

Selain daripada itu banyak lagi keterangan tentang kelebihan dan keutamaan pahala terhadap kaum wanita yang melakukan tugas mereka yang tugas itu amat berkait dengan tugas sebagai isteri dan ibu.

Sohibah yang dihormati,
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud : "Apabila seorang wanita (isteri) itu telah melakukan sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga maruahnya dan mentaati perintah suaminya, maka ia dijemput di akhir supaya masuk Syurga mengikut pintunya mana yang ia suka (mengikut pilihannya)."

Dalam hadis yang lain Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : "Mana-mana wanita yang melayani suaminya, meminyak rambut suaminya, menyikat janggutnya, mengunting misainya, mengerat kukunya, maka ia di akhirat ia diberi minum oleh Allah daripada air Syurga dan ia diringankan siksaan ketika sakaratulmaut (dekat hendak mati), di dalam kubur ia perolehi taman-taman seperti taman Syurga dan namanya tercatit sebagai orang yang lepas daripada siksaan Neraka dan selamat melintasi Titian Sirat tanpa menempuh kesusahan."

Saydatina Aisyah berkata, jika para wanita tahu akan betapa besarnya pahala memenuhi (melayan) hak suami, niscaya mereka sanggup mencuci debu-debu ditapak kaki suami mereka dengan muka mereka sendiri.

Tersebut di dalam kitab 'Uqud Al-Lujain' melarang wanita yang hendak ikut sama mengiringi mayat karena keinginan mendapat pahala, Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : "Baiklah kamu tidak ziarah dan mengiringi mayat karena ia tidak ada pahala bagimu, lebih baik kamu tinggal di rumah dan berkhidmat kepada suami kamu, niscaya kamu akan mendapat pahala sama dengan pahala ibadah-ibadah orang lelaki."

Sohibah,
Seorang ibu yang tahu akan kelebihan ganjaran pahala mengandung, melahirkan anak serta menyusui dan mengurus anak yang akan dibalasi oleh Allah di akhirat kelak nescaya ia tidak mau mengalihkan kepada kerja lain, kecuali kepada perkara-perkara yang boleh menguntungkannya di akhirat.

Dalam sebuah hadis dari Nabi s.a.w yang bermaksud ; "Seorang wanita yang ridha mengandung bayi hasil perhubungan dengan suaminya yang sah dan suaminya ridha pula kepadanya, maka Allah akan memberi ganjaran pahala sebagaimana pahala puasa fi sabilillah. Bila ia merasa sakit ketika akan melahirkan anak, maka Allah tambah lagi pahala yang tidak terkira oleh manusia oleh kerana terlalu banyaknya. Bila telah melahirkan anak dan ia menyusu dengan susunya sendiri, maka setiap seteguk (satu sedutan) Allah berikan satu kebajikan. Bila ia semalaman tidak tidur kerana mengawas (menjaga) anaknya (yang sekejap-sekejap menangis, sakit atau sebagainya), maka Allah beri lagi pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dalam fi sabilillah dengan ikhlas."
(Hadis Riwayat al-Hassan bin Sofwan, at- TabraniIbnu Asakir dan Salama yang menyusu Sayyidina Ibrahim anak Rasulullah s.a.w).

Sohibah yang dikasihi Allah,
Nabi s.a.w bersabda yang bermaksud : "Wanita yang tinggal di rumah bersama-sama (mendidik dan mengurus) anaknya, ia di akhirat akan tinggal bersama-sama dengan aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam Syurga."

Sabdanya lagi yang bermaksud : "Sukakah aku beritahu siapakah dan bagaimana sifat isterimu yang bakal di tempatkan di Syurga?. Jawab para sahabat ,'Bahkan kami suka.' Sabda Nabi s.a.w , 'Yaitu tiap-tiap isteri yang bersifat kasih sayang dan melahirkan banyak anak. Dan apabila ia dimarahi oleh suaminya, ia menyerah diri untuk di hukum sehingga suaminya redha (memaafkan kesalahannya)..."

Didalam sebuah kitab bahawa Nabi s.a.w pernah bersabda yang bermaksud : "Apabila seorang wanita mengandung (janin) di dalam rahim, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah pun mencatit baginya 1000 kebajikan dan menghapuskan 1000 dosa. Apabila ia sakit hendak bersalin Allah mencatit lagi pahala kepadanya seimbang dengan pahala orang (lelaki) yang berjihad fi sabilillah. Apabila ia telah melahirkan anak, maka gugur segala dosanya dan jadilah ia bersih tanpa dosa sepertimana waktu ia mula-mula dilahirkan oleh ibunya dahulu (semasa ia masih bayi)."

Terdapat di dalam kitab Uqud Al-Lujan bahawa Nabi s.a.w bersabda maksudnya : Empat wanita yang menjadi penghuni Syurga :

Pertama : Wanita yang menjaga dirinya daripada perkara yang haram dan ia tetap berbakti kepada Allah (mematuhi hukum Allah).

Kedua : Wanita yang banyak keturunan (melahirkan banyak anak ) lagi penyabar serta ia menerima sahaja pemberian Allah itu dan ia sabar dengan kehidupan yang serba kurang (qana'ah) dan apa sahaja yang diberikan suaminya.

Ketiga : Wanita yang bersifat pemalu. Apabila suaminya pergi (keluar menjalankan tugas) ia menjaga dirinya dan tetap beramanah dengan harta suaminya. Jika suaminya pulang ia menjaga mulutnya daripada berkata yang boleh menguriskan hati suaminya.

Keempat : Wanita yang kematian suami dan ia mempunyai anak, dan ia tetap menjaga diri dan terus menerus menjaga dan mendidik anaknya (yang yatim) dan ia tidak bersedia untuk berkahwin kerana takut anak-anaknya terbiar."

Demikianlah gambaran daripada hadist-hadist serta agar tentang kelebihan derajat kaum wanita dan betapa mudahnya mereka mendapat derajat yang tinggi itu di sisi Allah serta betapa mudahnya jalan yang dibuka oleh Allah untuk memasuki Syurga

Semoga bermanfaat.

sumber:Catatan Akhi Abu Basyer
Read More..

Mendidik Anak

1. Muliakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri.(Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).

2. Berikan anak anda pelukkan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk)

3. Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan orang di sekitarnya)

4. Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah atau pun sekurang-kurangnya senyuman untuksetiap kebaikan yang dilakukannya).

5. Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka membuatkan mereka ingin mengalami setiap perkara termasuklah berbuat silap.

6. Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga, pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).

7. Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah anda mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.

8. Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengarkan lagi pada masa akan datang. (Tunggu giliran anda untuk bercakap. Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)

9. Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.

10. Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.

11. Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut hari jadinya. Sediakanlah hadiah harijadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak-anak yang datang dari lingkungan keluarga yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).

12. Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.

13. Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.

14. Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.

15. Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Hindari dari membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rusak. Mintalah ijin mereka terlebih dahulu sebelum berbuat demikian.

16. Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam.

17. Terimalah yang kadang kala anda bukanlah ibubapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.

18. Jangan selalu membawa bebanan kerja sehari-hari ke rumah. Anak-anak akan belajar bahwa pekerjaan selalu lebih penting daripada keluarga.

19. Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect saja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.

20. Anak-anak juga mempunyai perasaan seperti anda.
Allah SWT berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim: 6 ).

Rosululloh SAW bersabda :
"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)


Anak ibarat kain yang putih tergantung pada anda untuk mewarnainya...
semuanya di tangan anda ..
Fikirkanlah....
Nampak mudah tapi bermakna.....

Semoga yang pendek ini bermanfaat...

sumber :Tazkirah umum
Edited And Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..

Noda Yang Menghancurkan Ibadah

Banyak orang beranggapan bahwa kualitas ibadah hanya ditentukan oleh syarat, rukun, dan kekhusyukan dalam pelaksanaannya. Misalnya, sholat yang berkualitas adalah yang didahului oleh wudhu yang betul, suci pakaian dan tempatnya, serta khusyuk dalam melakukan setiap rukunnya. Demikian pula dengan ibadah-ibadah yang lain.

Saad bin Abi Waqqash RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang rahasia agar ibadah dan doa-doanya cepat dikabulkan. Rasulullah SAW tidak mengajari Sa'ad tentang syarat, rukun, ataupun kekhusyukan.
Rasulullah SAW mengatakan, "Perbaikilah apa yang kamu makan, hai Sa'ad." (HR Thabrani).


Ada teguran yang hendak disampaikan Rasulullah SAW lewat hadist di atas. Yaitu, bahwa kebanyakan manusia cenderung memperhatikan 'kulit luar', tapi lupa akan hal-hal yang lebih penting dan fundamental.

Setiap Muslim pasti mengetahui bahwa sholat atau haji mesti dilakukan dengan pakaian yang suci. Pakaian yang kotor akan menyebabkan ibadah tersebut tidak sah atau ditolak. Namun, betapa banyak di antara kaum Muslim yang lupa dan lalai bahwa makanan yang diperolehi dari cara-cara yang kotor juga akan berakhir dengan ditolaknya ibadah dan munajat kita.

Rasulullah SAW telah mengingatkan, "Demi Zat Yang menguasai diriku, jika seseorang memakan harta yang haram, maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari." (HR Thabrani).


Dalam hadis lain yang dinukil Ibnu Rajab al-Hanbali, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang di dalam tubuhnya terdapat bagian yang tumbuh dari harta yang tidak halal, maka nerakalah tempat yang layak baginya."

Di sinilah terlihat dengan jelas, hubungan antara kualitas ibadah dan sumber penghasilan. Bahkan, karena ingin memastikan bahwa semua yang dimakan berasal dari sumber yang halal, para Nabi dan Rasul menekuni suatu pekerjaan secara langsung untuk menghidupi diri dan keluarga mereka.

Nabi Daud a.s adalah seorang penempa besi dan penjahit, Nabi Zakaria a.s seorang tukang kayu, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang, dan seterusnya. Demikian pula dengan para sahabat yang mulia; mayoritas kaum Muhajirin berkerja sebagai pedagang, sementara kaum Ansar mengendalikan hidupnya dari pertanian.

Selain daripada itu, ketika seseorang bergelimang dengan harta yang haram, dan dia menafkahi keluarganya dengan harta tersebut, sebenarnya ia tidak hanya menodai ibadahnya sendiri. Tapi, juga menodai ibadah dan masa depan anak-isterinya.

Seperti komentar Syekh 'Athiyah dalam Syarh al-Arbain an-Nawawiyah, "Orang tua seperti itu secara sengaja membuat ibadah dan doa anak-anaknya tertolak. Sebab, ia menjadikan tubuh mereka tumbuh dari harta yang haram."

Wa Allahu a'lam

Sumber Artikel* : KCB Yahoo groups, Abdullah Hakam Shah MA, republik
saduran : www.iluvislam.com
Read More..

Gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah


Berikut ini adalah kisah sedih gadis berumur 10 tahun yang bernama Bar`ah. Orang tua Bar’ah adalah dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an beriktu tajweednya , dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.

Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . Suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker, dan ternyata kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Ibu Bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu Bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke surga di depanmu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… “

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti tentang apa yang ibunya beritahukan. Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai larut malam, sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah Bar’ah melalui telpon bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepatnya, sehingga ayah Bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan langsung menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia meminta Bar’ah untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah Bar’ah keluar dari mobil dengan berlinang air mata, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit. Tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah Bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!

Tragedi Bar`ah belum selesai sampai di sini… setelah lima hari semenjak kematian ayahnya, akhirnya ibu Bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Dan oleh orangtua dari teman-teman sekolahnya, Bar’ah dihubungkan dengan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes di dapati Bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan Bar’ah kala itu: “Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tuaku.”

Semua teman-teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah….

Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurus nya … ia mengirim Bar’ah ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah satu saluran TV Islam (TV Al Hafiz) berhasil menghubungi gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara indah yang di lantunkan oleh Bar’ah …



Mereka (saluran TV Islam) berhasil menghubungi Bar’ah lagi sebelum ia dalam keadaan koma. Bar’ah berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan sebuah Nasheed….



Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter diputuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang Bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan dalam kondisi koma.

Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan untuk saudara-saudara kita di seluruh dunia…

Video Bar’ah lainnya :



sumber : http://cityisoc.com/4525-a-little-girl-named-barah/
Read More..

Khadijah, Cinta Sepanjang Masa

Ia adalah wanita yang terus hidup dalam hati suaminya sampaipun ia telah meninggal dunia. Tahun-tahun yang terus berganti tidak dapat mengikis kecintaan sang suami padanya. Panjangnya masa tidak dapat menghapus kenangan bersamanya di hati sang suami. Bahkan sang suami terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian, kesulitan dan musibah yang dihadapi. Sang suami terus mencintainya dengan kecintaan yang mendatangkan rasa cemburu dari istri yang lain, yang dinikahi sepeninggalnya. (Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Suatu hari istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain (yakni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya.” (HR. Bukhari)


Ya, dialah Khadijah bintu Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai. Dialah wanita yang pertama kali dinikahi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bersamanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membina rumah tangga harmonis yang terbimbing dengan wahyu di Makkah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menikah dengan wanita lain sehingga dia meninggal dunia.

Saat menikah, Khadijah radhiyallahu ‘anha berusia 40 tahun sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berusia 25 tahun. Saat itu ia merupakan wanita yang paling terpandang, cantik dan sekaligus kaya. Ia menikah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tak lain karena mulianya sifat beliau, karena tingginya kecerdasan dan indahnya kejujuran beliau. Padahal saat itu sudah banyak para pemuka dan pemimpin kaum yang hendak menikahinya.

Ia adalah wanita terbaik sepanjang masa. Ia selalu memberi semangat dan keleluasaan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencari kebenaran. Ia sendiri yang menyiapkan bekal untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau menyendiri dan beribadah di gua Hira’. Seorang pun tidak akan lupa perkataannya yang masyhur yang menjadikan Nabi merasakan tenang setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali yang pertama, “Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Karena sungguh engkau suka menyambung silaturahmi, menanggung kebutuhan orang yang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak punya, menjamu dan memuliakan tamu dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran.” (HR. Muttafaqun ‘alaih) (Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Pun, saat suaminya menerima wahyu yang kedua berisi perintah untuk mulai berjuang mendakwahkan agama Allah dan mengajak pada tauhid, ia adalah wanita pertama yang percaya bahwa suaminya adalah utusan Allah dan kemudian menyatakan keislamannya tanpa ragu-ragu dan bimbang sedikit pun juga.

Khadijah termasuk salah satu nikmat yang Allah anugerahkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mendampingi beliau selama seperempat abad, menyayangi beliau di kala resah, melindungi beliau pada saat-saat yang kritis, menolong beliau dalam menyebarkan risalah, mendampingi beliau dalam menjalankan jihad yang berat, juga rela menyerahkan diri dan hartanya pada beliau. (Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury di dalam Sirah Nabawiyah)

Suatu kali ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?!” Maka beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Khadijah itu begini dan begini.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Ahmad pada Musnad-nya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “begini dan begini” adalah sabda beliau, “Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang mengharamkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezeki berupa anak darinya.” (Mazin bin Abdul Karim Al Farih dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil)

Karenanya saudariku muslimah, jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu maka sertailah dia dalam mencintai dan menegakkan agama Allah, sertailah dia dalam suka dan dukanya. Jadilah engkau seperti Khadijah hingga engkau kelak mendapatkan apa yang ia dapatkan. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Jibril mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah yang datang sambil membawa bejana yang di dalamnya ada lauk atau makanan atau minuman. Jika dia datang, sampaikan salam kepadanya dari Rabb-nya, dan sampaikan kabar kepadanya tentang sebuah rumah di surga, yang di dalamnya tidak ada suara hiruk pikuk dan keletihan.”

Saudariku muslimah, maukah engkau menjadi Khadijah yang berikutnya?

Penyusun: Ummu Abdirrahman

Maraji:

1. Rumah Tangga tanpa Problema (terjemahan dari Al Usratu bilaa Masyaakil) karya Mazin bin Abdul Karim Al Farih
2. Sirah Nabawiyah (terj) karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury
3. Al Quran dan Terjemahnya
Read More..

MUJIZAT ITU NYATA

Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.

Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!
Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan … dalam diri orang lain … Datang dari seseorang yang kita anggap lemah … Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan … maka bukalah mata hati kita mana tahu yang datang itu adalah pertolongan dari Tuhan sekalipun datangnya dalam wujud yang lain.
Read More..

Istimewanya Wudhu


Mutiara Hadist

“Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (muka dan kedua tangannya) kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya, barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah dia melakukannya (dengan memperlebar basuhan wudhunya)” (HR. Bukhari Muslim)

Bukan Omong Kosong
Salah seorang guru saya, seorang kyai di daerah Garut, pernah menceritakan bahwa sekitar tahun 70 an di dekat rumahnya akan dibangun jalan baru. Namun proyek itu sempat terhenti karena ada satu kuburan yang mungkin akan menghalangi proyek itu. Setelah berdialog dengan keluarga almarhum, akhirnya keluarga itu setuju memindahkan jasad di dalam kuburan itu ke tempat lain.

Setelah digali ternyata……jasadnya masih utuh meskipun telah meninggal lama. Tentulah kain kafannya telah hancur dimakan rayap atau binatang karena terpendam dalam tanah bertahun-tahun. Di akhir ceritanya, guru saya memberi kesimpulan, “ Saya kenal orang ini, dia mengabdikan akhir usianya menjadi seorang muazin di Masjid dekat rumahnya. Dia marah kalau ada orang azan selain dia. Saya tidak tahu apakah karena ia sering menjadi Muazin ataukah ia yang sering wudhu sampai jasadnya utuh dan tidak berbau.”

Ayo Sering Wudhu
Wudhu tentulah menjadi syarat sahnya shalat, namun tulisan ini hanya menceritakan dan syukur-syukur kita mau sering berwudhu….. Loh kenapa??? Emang apa istimewanya??? Tentu saja kita tidak bercita-cita ketika mati tubuh kita mulus meskipun telah dikubur seperti halnya Mummy dengan sering berwudhu.
Jadi ada keistimewaan lain dari wudhu ini, yaitu bahwa selain wudhu itu sebagai penunjang aktifitas ibadah harian kita, wudhu juga memiliki keistimewaan lain. Yaitu: membuat muka bercahaya, awet muda, wajah shinning meskipun tanpa facial, wudhu juga salah satu pengugur dosa-dosa kecil karena dosa besar diharuskan dengan taubat nasuha… membuat pelajaran mudah dicerna dan keistimewaanya lainnya….. sssttttttt ada keistimewaan lainnya… dimudahkan mendapatkan jodoh bagi yang sulit mencari jodoh …..cobalah…dan rasakan keistimewaanya.

Gimana Caranya??
Pokoknya gampang sekali, setiap kita batal wudhu, ambil air wudhu lagi dan usahakan dalam keseharian kita, 24 jam kita tidak batal. Mau tidur wudhu dulu….kan batal nanti kalau tidur…ngak apa..bangun tidur wudhu lagi meskipun bukan untuk shalat. Setiap keluar dari toilet wudhu lagi meskipun hanya membasuh bagian wajib saja. Jadi dimana saja dan kapan saja kita selalu dalam keadaan wudhu.
“Saya sudah laksanakan perintah antum agar selalu berwudu..tapi kok jodoh saya belum juga datang??.... Yah tentu saja amalan yang kita lakukan dan kita berharap agar amalan ini berbuah pahala atau terkabulnya permintaan tidak datang dengan instan, datang seketika itu juga.

Pahala Dari Tetesan Air Wudhu

“Maukah kalian aku beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian? Para sahabat menjawab : Mau, ya Rasulullah. Kemudian beliau pun berkata : “Yaitu dengan menyempurnakan wudhu’ dari hal-hal yang bersifat makruh, banyak melangkah menuju masjid dan menunggu waktu shalat setelah shalat (tahiyatul masjid). Yang demikian itu adalah ikatan (perjanjian).” (HR.Muslim)


“Barangsiapa wudhu dengana sempurna, maka dosa-dosanya akan gugur dari jasadnya hingga keluar juga dari bawah kukunya.” (HR. Muslim)


Aku pernah mendengar kekasihku Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Kemilau cahaya seorang mukmin (kelak pada hari kiamat) sesuai dengan batas basuhan wudhunya.” (HR. Muslim)



Segitu saja hadistnya dan semoga bermanfaat

Jari Jemari Penuh Pahala & Berkah
Mari kita mulai hari indah ini dengan Bismillahi Tawakaltu' Alallah laa haula wa laa Quwwata illa Billahi. Kemudian ketika kita buka FB, ayo kita berikan pahala untuk jari jemari kita dengan men suggest page ini ke list teman-teman kita. Mudah memang dan…Masya Allah pahalanya banyak sekali..Insya Allah mudah-mudahan kita menjadi ladang amal dan pembawa rahmat bagi yang lainnya.

di sadur dari tulisan: Kang Ackmanz
Wallahu a'lam

Wassalam
Read More..

Anak BELAJAR Bagaimana Dia DIBESARKAN

Assalaamu’alaikum wa rahamtullahi wa barakaatuh
Semoga KESELAMATAN, RAHMAT dan BARAKAH ALLAH selalu tercurah atasmu

Setiap orang tua PASTI menginginkan anaknya menjadi anak yang baik,
Rajin ibadah, berakhlak baik dan pintar tentunya.

Tapi kadang kita sangat tidak suka dengan sifat dan akhlak anak kita,
Senang bekelahi, tidak jujur, rendah diri, dan tidak menurut dengan kita.

Janganlah kita hanya menyalahkan anak kita sendiri,
Bisa jadi anak seperti itu adalah hasil didikan kita yang sudah bertahun-tahun.
Karena anak BELAJAR bagaimana dia DIBESARKAN oleh orang tuanya.


Dorothy Law Nolte mengatakan:

Jika anak dibesarkan dengan CELAAN,
Ia belajar MEMAKI

Jika anak dibesarkan dengan PERMUSUHAN,
Ia belajar BERKELAHI

Jika anak dibesarkan dengan CEMOOHAN,
Ia belajar RENDAH DIRI

Jika anak dibesarkan dengan PENGHINAAN,
Ia belajar MENYESALI DIRI

Jika anak dibesarkan dengan TOLERANSI,
Ia belajar MENAHAN DIRI

Jika anak dibesarkan dengan DORONGAN,
Ia belajar PERCAYA DIRI

Jika anak dibesarkan dengan SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN,
Ia belajar KEADILAN

Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG dan PERSAHABATAN,
Ia belajar menemukan CINTA dalam KEHIDUPAN


Jadi perbaikilah SIFAT dan AKHLAK kita serta LINGKUNGANNYA yang kurang baik,
Atau kalau tidak, kita akan mendapatkan PERLAKUAN yang TIDAK BAIK darinya.

Wallahu a’lam
Wassalam

Read More..

Keajaiban KESABARAN dan Kekuatan DOA Seorang ISTERI

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak KEBAHAGIAAN dan KETENTRAMANNYA. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.

Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut.

Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang MANDOLIN yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, “ALHAMDULILLAAHI ‘ALAA KULLI HAALIN”…Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban. Bagaimanapun Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikannya karunia seorang suami.

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus KUAT dan TABAH, SIKAP BAIK KEPADA SUAMI ADALAH JALAN HIDUPKU..." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.

Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyukan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.

Beberapa tahun kemudian, segala wujud PERTOBATAN lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi DA’I besar di kota Madinah.

Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa".

(Oleh Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak, disalin dari Jilbab.Online.)
Read More..
 
SketsA Informasi © 2010 | Designed by SketsaInfo |