Showing posts with label hikmah. Show all posts
Showing posts with label hikmah. Show all posts

Ujian Iman Kepada Hamba Allah

Hidup ini tiada sunyi dari ujian ,susah dan senang ,suka dan duka datang silih berganti.siapa saja mengira bahwa hidup ini senang semata,suka semata, dan mewah semata atau menduga sebaliknya: susah semata,sukar terus menerus,dan sempit selamanya, sudah pasti sangkaan dan dugaan itu salah belaka.itulah rupanya seni hidup,sunatullah pada alam ini.

ALLAH SWT,memerintahkan kepada malaikat malaikatNYA untuk memberikan aneka cobaan dan ujian kepada Manusia. Dengan hadirnya ujian itu ALLAH berkehendak mengorek apa yang tersembunyi dalam hati hamba Nya, sebagaimana yang tertera dalam hadist Qudsi:

“ALLAH berfirman kepada malaikat malaikat NYA: pergilah kepada hamba-KU.lalu,timpahkanlah bermacam macam ujian karena aku ingin mendengar suaranya”(HR.Thabrani).

Begitupun orang beriman,juga tidak luput dari ujian. Tujuannya tidak lain untuk mengukur kadar keimanan seseorang,disamping tentunya untuk mengetahui apakah orang tersebut benar benar beriman secara tulus atau sekedar dusta belaka.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ [٢٩:٢]
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

Perlu diketahui, ujian yang datang tidak semata berwujud kesusahan dan kesakitan, tetapi terkadang hadir dalam bentuk kesenangan dan keuntungan materi (kekayaan), sebagaimana termaktub dalam AL-QURAN surat Al-Anbiyah ayat 35

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ [٢١:٣٥]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Dalam kenyataan hidup,ujian berupa kesenangan dan keuntungan materi lebih berat daripada ujian berupa kesusahan. Betapa banyak orang yang memperoleh kekayaan tapi justru menyebabkan kecelakaan baginya. Kekayaan seperti itu justru menjadi ujian bagi dirinya.

Demikian juga dapat kita saksikan orang yang di uji dengan kekuasaan,kemegahan dan lain lain.

Hal ini sebenarnya telah di peringatkan ALLAH :
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ [٩٦:٦]
أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ [٩٦:٧]
إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ [٩٦:٨

“Ketahuilah ! Sesungguhnya manusia benar benar melampaui batas dikala mengangap dirinya serba cukup, sesungguhnya hanya kepada Tuhan-mu lah tempat kembali”(Al-Alaq :6-8).

Dalam sebuah Hadist, Rasulullah Saw,menegaskan :
”Demi ALLAH,bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang akan aku khawatirkan atas kalian.Akan tetapi justru aku khawatir(kalau kalau) kemewahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana telah diberikan kepada orang orang sebelum kalian, lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga kalian binasa,sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula”.(HR.Bukhari).


Dalam rangka melihat kelapangan hati manusia untuk menerima qadla’ dan qadar-Nya,Allah terkadang menguji pada fisik(tubuh)nya,berupa penyakit atau kecelakaan.Dan ujian macam ini adalah yang paling ringan bagi manusia.Seandainya manusia sabar dalam menerima ujian itu,ditetapkan atasnya pahala dan dihapuskan sebagian dosanya,lalu diangkatlah derajatnya.Maka jadilah ujian itu nikmat baginya. ALLAH Swt berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ [٣:١٤]

“Telah dihiaskan kepada manusia kecintaan akan hawa nafsu berupa wanita,anak,berpikul pikul harta benda berupa emas dan perak,kuda pilihan(kendaraan),binatang ternak dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia,pada hal ALLAH memiliki tempat kembali yang baik” (Al-Imran :14).

Bagi kaum laki laki,ujian terberat adalah kaum wanita.Nabi bersabda :
”Sepeninggalku,tiadalah ujian yang paling berbahaya bagi kaum pria kecuali golongan kaum wanita”(HR Bukhori).


Kepada orang tua,ALLAH Swt.memberikan ujian berupa anak.ALLAH berkehendak agar anak anak yang diberikan kepadanya agar dididik sebaik baiknya,sehingga kelak menjadi manusia yang taat kepada NYA.

Keberhasilan orang tua mendidik anak akan menyebabkan kemuliaannya disisi ALLAH.

Sebaliknya, bila mereka gagal harus mempertanggung jawabkan kegagalannya di hadapan ALLAH..

Dalam memberikan ujian kepada hamba-NYA, ALLAH selalu mempertimbangkan kadar iman yang ada pada hambanya tersebut.

Semakin baik imannya,semakin berat pula ujiannya,sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah Saw.

Dalam Hadistnya:
Tingkat berat ringannya ujian di sesuaikan dengan kedudukan manusia itu sendiri.Orang yang banyak mendapat ujian itu adalah para nabi,kemudian baru yang lebih dekat derajatnya kepada mereka yang berurutan secara bertingkat.Orang di uji menurut tingkat ketaatannya kepada agama.Jika dia sangat kuat dalam agamanya,maka sangat kuat pula ujian baginya, dan jika lemah dalam agamanya,di uji pula oleh ALLAH sesuai dengan tingkat ketaatan kepada agamanya.Demikian bala dan ujian itu senantiasa di timpahkan kepada seorang hamba sampai ia di biarkan berjalan di muka bumi tanpa dosa apapun”(HR.Turmuzi)


Adapun tujuan umum diberikanya ujian kepada manusia adalah :

1.Membersihkan dan memilih mana orang mukmin sejati,mana yang munafik;

2.Mengangkat derajat dan menghapuskan dosa;

3.Membentuk menempa kepribadian,sehingga menjadi pembela kebenaran sejati.

“YA ALLAH,Masukanlah Kami kedalam golongan orang mukmin yang tabah, yang senantiasa berlapang dada, dalam menempuh segala ujian,baik berupa penderitaan maupun kesenangan”

Moga mendapat manfaat…wallahua’lam

Sumber :

http://bismillahhirohmanirrohim.blogspot.com
Read More..

Sifat Syurga dan Penduduknya

Syurga adalah tempat istirahat yang sebenarnya. Satu tempat istimewa yang disediakan oleh Allah s.w.t. kepada hamba-hamba-Nya yang telah mengabdikan diri mereka sepenuhnya ketika didunia. Banyak dalam ayat-ayat al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi s.a.w. yang menceritakan tentang nikmat dan gambaran tempat tinggal di Syurga Allah s.w.t.

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata, "Ya Rasulullah dari apakah dibuat Syurga itu?".
Jawab baginda : "Dari air."
Kami bertanya : "Beritakan tentang bangunan Syurga?"
Jawab baginda : "Satu bata dari emas dan satu bata dari perak, dan lantainya kasturi yang semerbak harum, tanahnya dari za'faran, kerikilnya mutiara dan yakud, siapa yang masuk dalamnya senang tidak susah, kekal tidak mati, tidak lapuk pakaiannya, tidak berubah mukanya."

Dalam hadis yang lain, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud :
"Sesungguhnya didalam Syurga ada pohon besar sehingga seorang yang berkenderaan dapat berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak putus naungannya, bacalah : Wa dhillin mamdud (dan naungan yang memanjang terus).

Dan di dalam Syurga kesenangannya yang tidak pernah dilihat mata atau di dengar telinga, bahkan tidak pernah terlintas dalam hati (perasaan) manusia.

Bacalah kamu : Fala ta'lamu nafsun maa ukh fia lahum min qurrati a'yunin jazza'an bima kanu ya'malun (Maka tidak seorang pun yang mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dan kesenangan yang memuaskan hari sebagai pembalasan apa yang telah mereka lakukan).


Dan tempat kembali di dalam Syurga lebih baik dari dunia seisinya. Bacalah ayat : Faman zuhziha aninnari wa udkhillal jannata faqad faza (Maka siapa dijauhkan dari api dan dimasukkan dalam Syurga berarti telah untung)."

(Hadis Riwayat Abul-Laits dari Abu Hurairah r.a.)

Kenikmatan yang paling tinggi sekali dan tidak ada nikmat yang lain dapat mengatasinya adalah apabila Allah s.w.t. mengizinkan ahli Syurga melihat zat Allah s.w.t.

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud :
"Apabila ahli Syurga telah masuk ke Syurga, dan ahli Neraka telah masuk ke Neraka, maka ada seruan : 'Hai ahli Syurga Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu.'
Mereka berkata : 'Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami, dan memutihkan wajah kami, dan memasukkan kami ke dalam Syurga, dan menghindarkan kami dari Neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihat-Nya, demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah."
(Hadis Riwayat Abul-Laits daripada Shuhaib r.a.)

Dari Al'amasy dari Abu Salih dari Abu Hurairah r.a. bersabda Nabi s.a.w yang bermaksud :
"Rombongan pertama akan masuk Syurga dari umatku bagaikan bulan purnama, kemudian yang berikutnya bagaikan bintang yang amat terang di langit, kemudian sesudah itu menurut tingkatnya masing-masing, mereka tidak kencing dan buang air, tidak berludah dan tidak ingus, sisir rambut mereka dari emas, dari ukup-ukup mereka dari kayu gahru yang harum, dan peluh mereka kasturi dan bentuk mereka seperti seorang yang tinggi bagaikan Adam a.s. enam puluh hasta."

Ibn Abbas berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Sesungguhnya ahli Syurga itu muda semuanya, polos , halus, tidak ada rambut kecuali di kepala, alis dan di kelopak mata, sedang janggut, misai, ketiak dan kemaluan polos tidak ada rambut, tinggi mereka setinggi Nabi Adam a.s. enam puluh hasta, usianya bagaikan Nabi Isa 33 tahun, putih rupanya, hijau pakaiannya, dihidangkan kepada mereka hidangan, maka datang burung dan berkata :' Hai waliyullah, saya telah minum dari sumber salsabil, dan makan dari kebun Syurga dan buah-buahan, rasanya sebelah badanku masakan dan yang sebelahnya gorengan, dan dimakan oleh orang itu sekuatnya.'

Dan tiap wali mendapat tujuh puluh perhiasan, tiap perhiasan berbeza warna dengan yang lain, sedang di jari-jarinya ada sepuluh cincin, terukir pada yang :
Pertama : Selamat sejahtera kamu kerana kesabaranmu.
Kedua : Masuklah ke Syurga dengan selamat dan aman.
Ketiga : Itulah Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu.
Keempat : Telah dihindarkan dari kamu semua risau dan dukacita.
Kelima : Kami memberimu pakaian dan perhiasan.
Keenam : Kami kawinkan kamu dengan bidadari.
Ketujuh : Untukmu dalam Syurga segala keinginan dan menyenangkan pandangan matamu.
Kelapan : Kamu telah berkumpul dengan para Nabi dan siddiqin.
Kesembilan : Kamu menjadi muda dan tidak tua selamanya.
Kesepuluh : Kamu tinggal dengan tetanga yang tidak mengganggu tetanggnya."


Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Di dalam Syurga ada pasar tetapi tidak ada jual beli, hanya orang-orang berkumpul membicarakan keadaan ketika di dunia, dan cara beribadat bagaimana keadaan antara si fakir dengan yang kaya, dan bagaimana keadaan sesudah mati dan lama binasa dalam kubur sehingga sampai di Syurga."

Sahabat yang dihormati,
Sebelum memasuki ke Syurga setiap manusia akan melalui siratul mustaqim, melainkan para syuhada yang memasuki Syurga tanpa hisab dan tidak perlu meniti siratul mustaqim.

Abul-Laits meriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Manusia semua akan berdiri di dekat Neraka kemudian mereka menyeberang di atas sirat (jambatan) di atas Neraka, masing-masing menurut amal perbuatannya, ada yang menyeberang bagaikan kilat, ada yang bagaikan angin kencang dan yang bagaikan kuda yang cepat larinya, dan seperti lari orang, dan ada yang bagaikan terbang burung, dan ada yang seperti unta yang cepat dan yang akhir berjalan di atas kedua ibu jari kakinya, kemudian tersungkur dalam Neraka, dan sirat itu licin, halus, tipis, tajam semacam pedang, berduri sedang di kanan-kiri Malaikat yang membawa bantolan untuk membantol (menyeret) orang-orang, maka ada yang selamat, ada yang luka-luka tetapi masih selamat dan ada yang langsung tersungkur ke dalam api Neraka, sedang para Malaikat itu sama-sama berdo'a Robbi sallim sallim (Ya Tuhan selamatkan, selamatkan) dan ada orang yang berjalan sebagai orang terakhir masuk ke Syurga maka ketika ia selamat dari sirat terbuka baginya pintu Syurga dan merasa tidak ada tempat baginya di Syurga, sehingga ia berdo'a : 'Ya Tuhan tempatkan saya di sini.'

Jawab Tuhan : 'Kemungkinan jika Aku beri padamu tempat itu lalu minta yang lainnya?.'

Jawabnya :' Tidak, demi kemuliaan-Mu. Maka ditempatkan di situ', kemudian diperlihatkan kepadanya tempat yang lebih baik, sehingga ia merasa kerendahan tempat yang diberikan padanya lalu ia berkata : 'Ya Tuhan tempatkanlah aku di situ.'

Di jawab oleh Tuhan : 'Kemungkinan jika Aku berikan kepadamu, kau minta yang lainnya?'

Jawabnya :' Tidak demi kemuliaan-Mu', kemudian diperlihatkan kepadanya Syurga yang lebih baik, sehingga ia merasa bahawa tempatnya itu masih rendah, tetapi ia diam tidak berani minta beberapa lama, sehingga ditanya :' Apakah kau tidak minta?'

Jawabnya : 'Saya sudah minta sehingga merasa malu.'

Maka firman Allah yang bermaksud : 'Untukmu sebesar dunia sepuluh kali, maka inilah yang terendah tempat di Syurga."

Abdullah bin Mas'ud berkata : " Nabi s.a.w jika menceritakan ini maka tertawa sehingga terlihat gigi gerahamnya."


Di dalam hadis yang lain menceritakan bahawa di antara wanita-wanita di dunia ini ada yang kecantikannya melebihi bidadari kerana perbuatannya ketika di dunia.

Firman Allah s.w.t. yang bermaksud :
"Kami cipta mereka baru, dan kami jadikan mereka tetap gadis, yang sangat kasih dan cinta, juga tetap sebaya umurnya, untuk orang-orang ahlil yamin"

Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid bin Arqam r.a. berkata : Seorang ahlil kitab datang kepada Nabi s.a.w dan bertanya : "Ya Abal-Qasim apakah kau nyatakan bahawa orang Syurga itu makan dan minum?"
Jawab Nabi s.a.w : "Ya, demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, seorang ahli Syurga diberi kekuatan seratus orang dalam makan, minum dan jima' (bersetubuh)"
Ia berkata :'"Sedang orang yang makan, minum ia lazimnya berhajat, sedang Syurga itu bersih tidak ada kotoran?'"
Jawab Nabi s.a.w. : "Hajat seseorang itu berupa peluh yang berbau harum bagaikan kasturi."

Sahabat yang dimuliakan,
Abul-Laits berkata sesiapa yang ingin mendapat kehormatan itu hendaklah menepati lima perkara :
1.Manahan dari maksiat, firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Dan menahan nafsu dari maksiat maka Syurga tempatnya."
2.Rela dengan pemberian yang sederhana sebab dalam hadis yang bermaksud : "Harga Syurga itu ialah tidak rakus pada dunia."
3.Rajin pada tiap taat dan semua amal kebaikan, sebab kemungkinan amal itulah yang menyebabkan pengampunan dan masuk Syurga. Allah berfirman yang bermaksud ; "Itu Syurga yang diwariskan kepadamu kerana amal perbuatanmu."
4.Cinta pada orang-orang soleh dan bergaul pada mereka sebab mereka diharapkan syafa'atnya sebagaimana dalam hadis yang bermaksud : "Perbanyaklah kawan, kerana tiap kawan itu ada syafa'atnya pada hari Qiyamat."
5.Memperbanyakkan do'a dan meminta masuk Syurga dan hasnul khotimah.

Anas bin Malik r.a berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud :
"Siapa yang meminta kepada Allah Syurga sampai tiga kali, maka Syurga berdo'a : 'Ya Allah, masukkan ia ke Syurga, dan siapa berlindung kepada Allah dari Neraka tiga kali, maka Neraka berdo'a ; 'Ya Allah hindarkan ia dari Neraka."

Ahli-ahli Syurga sentiasa sibuk berziarah di antara satu sama lain. Dikumpulkan semua ahli keluarga dari ayah, datok seterusnya keturunan di atas hingga ke datok kita pertama Nabi Adam a.s. Begitu juga dipertemukan anak, cucu, cicit dan serterusnya keturunan kita dibawah hingga kehari Qiyamat. Kalau kita di dunia hanya bertemu kaum keluarga yang terdekat sahaja tetapi di Syurga kita dapat bertemu semua ahli keluarga dan keturunan kita tanpa hadnya dan amat seronok dapat berbincang dan manceritakan amalan masing-masing hingga menyebabkan berhasil dapat memasuki Syurga.

Di Syurga juga kita dipertemukan dengan sahabat-sahabat, saudara seperjuangan dalam dakwah, rakan-rakan, jiran tetangga dan orang-orang soleh yang lain. Yang amat mengembirakan sekali kita dapat bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w dan sahabat-sahabat baginda. Bahasa yang di gunakan di Syurga adalah bahasa Arab, walaupun di dunia kita tak tahu bahasa Arab tetapi secara otomatik kita akan fasih berbahasa Arab kerana setiap hari kita solat menggunakan bahasa Arab. Sesiapa di dunia tidak pernah solat (dalam solat kita gunakan bahasa Arab) maka dia tidak akan memasuki Syurga.

Di Syurga kita diberikan kebenaran untuk berkomunikasi denga ahli Neraka, dan mereka melahirkan penyesalan kerana semasa di dunia mereka tidak mahu mendengar ajakan untuk beriman kepada Allah s.w.t. dan mentaati Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w.

Syurga mempunyai 7 tingkat. Tingkat yang paling tinggi adalah Syurga Firdaus. Nabi s.a.w ada menyatakan bahawa kalau kita berdo'a mintalah pada Allah s.w.t. Syurga yang paling tinggi iaitu Syurga Firdaus. Di tingkat mana di dalam Syurga seseorang hamba itu di tempatkan adalah bergantung pada amalan masing-masing, semakin banyak amalan kebaikannya maka semakin tinggi tempat duduknya di Syurga. Penghuni Syrga juga menyesal kerana amalannya di dunia menyebabkan ia tidak dapat menduduki Syurga yang lebih tinggi. Dan jika diberi peluang ia sanggup balik semula ke dunia untuk membuat amalan soleh dan amal ibadah yang lebih banyak dan berkualiti supaya dapat memasuki Syurga yang paling tinggi sekali.

Di Syurga juga terdapat sungai susu, sungai arak dan sungai madu. Kenderaan yang di gunakan bergantong kepada keinginan masing-masing. Apabila masuk sahaja ke dalam Syurga, maka Allah s.w.t. sediakan kuda dari permata dan mempunyai dua sayap yang boleh terbang dan bergerak kemana sahaja mengikut arahan penghuni Syurga tersebut.

Makanan yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga :
Diriwayatkan dari Rasulullah s.a.w. bahawa baginda ditanya,"Makanan apakah yang menjadi hidangan pertama kali penghuni Syurga?" Baginda menjawab, "Hati ikan." Ditanya kembali. "Kemudian apa lagi setelah itu?" Baginda menjawab,"Bagi mereka disembelihkan sapi Syurga yang biasa makan di tepian Syurga." Kemudian baginda ditanya lagi, "Apakah minuman mereka?" Maka, baginda menjawab, "Dari mata air Syurga yang bernama Salsabila."
(Hadis Riwayat Muslim).

Mata air yang mengalir di Syurga :
Rasulullah s.a.w. ditanya, seperti apakah mata air yang mengalir di Syurga? Maka, baginda menjawab," Mata air dari madu yang murni, sungai-sungai dari khamar (arak) yang tidak menyebabkan mabuk dan penyesalan, sungai-sunagai dari susu yang tidak berubah rasanya, air jernih yang belum berubah dan buah-buahan. Demi Allah, kalian tidak pernah melihat kenikmatan ini di dunia dan tidak ada sedikitpun yang serupa dengannya."
(Hadis Riwayat Ahmad).

Isteri-isteri di Syurga :
"Adakah kita akan mempunyai isteri di Syurga?" Maka, baginda menjawab, " Orang-orang yang soleh akan dinikahkan dengan wanita-wanita yang solehah. Kalian akan merasakan kenikmatan sebagaimana isteri-isteri kalian juga akan merasakan kenikmatan waktu di dunia. Perbedaannya, hubungan intim di Syurga tidak menyebabkan kehamilan."
(Hadis Riwayat Ahmad)


Penghuni Syurga saling menikah :
"Apakah penghuni Syurga saling menikah?" Maka, baginda menjawab, "Nafsu syahwat mereka tidak pernah putus dan kemaluan mereka tidak pernah lemas serta dorongan seksual mereka sangat kuat sekali."

Hubungan dengan isteri :
"Apakah penghuni Syurga juga berhubungan badan dengan isteri-isteri mereka?" Maka, baginda menjawab, " Sangat kuat dorongan seksualnya, tetapi mereka tidak mengeluarkan mani dan juga isterinya."

Penghuni Syurga tidak tidur.
"Apakah penghuni Syurga itu tidur?" Maka, baginda menjawab, "Tidur itu berarti mati, penghuni Syurga tidak pernah tidur,"

Marilah sama-sama kita berdo'a kepada Allah s.w.t. semoga Allah s.w.t. dengan rahmat dan kasih sayang-Nya mengizinkan kita agar dapat memasuki Syurga-Nya yang penuh kenikmatan dan di jauhkan kita daripada Neraka.

Semoga bermanfaat.

sumber:Catatan Akhi Abu Basyer
Read More..

Bagian Tubuh Yang Paling Berarti

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menerka dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku fikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab,

"Telinga, Bu." Jawab Ibuku,

"Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Selang beberapa tahun kemudian, dia bertanya padaku lagi. Sejak jawapan pertama, kini aku yakin jawapan kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku mengatakan,

"Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata,

"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawapanmu masih salah karena Banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawapan baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawapannya selalu,

"Bukan. Tapi, kamu semakin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga bersedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku mengingatinya karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku,

"Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berfikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat tanda kebingungan diraut wajahku dan memberitahu,

"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahu kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan airmata. Dia berkata,

"Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."

Aku bertanya,

"Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas,

"Bukan, tapi kerana bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.

Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu mempunyai bahu untuk menangis bila-bila pun kamu memerlukannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Dari sahabat Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu ia menuturkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perumpamaan kecintaan, kasih sayang, dan bahu-membahu kaum mukminin bak satu tubuh, bila ada anggota tubuh itu yang menderita, niscaya anggota tubuh lainnya akan sama-sama merasakan susah tidur dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim)

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti...


Source :www.iluvislam.com
Edited and Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..
 
SketsA Informasi © 2010 | Designed by SketsaInfo |