Showing posts with label Renungan Islam. Show all posts
Showing posts with label Renungan Islam. Show all posts

Dialog Rosullulah dengan Iblis

Dialog ini saya petik dari Buku Dialog Rasulullah dengan Iblis, karya H. Abu Bakar Yacub, Penerbit Maju, Medan. Riwayat ini belum saya temukan dalam hadits shahih, mungkin rekan-rekan bisa menambahkannya bila perlu. Namun demikian dialog ini tetap saya tulis disini agar kita dapat mengambil suatu pelajaran.

Pada suatu hari ketika Rasulullah sedang duduk-duduk sendirian datanglah iblis dengan rupa orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut panjang. Ia mengatakan bahwa Allah melalui Malaikat-Nya menekankan kepada iblis agar tidak membuat berita bohong karena apabila dia berdusta sepatah katapun maka Allah akan memutuskan ruas-ruas tubuhnya dan urat-uratnya serta akan menyiksanya dengan siksaan yang dasyat. Rasulullah tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dialogpun dimulai:

Nabi : Siapakah musuhmu yang terbesar?

Iblis : Engkaulah musuhku yang terbesar di dunia ini.

Nabi : Bagaimana pendapatmu tentang aku?

Iblis : Aku mampu mengubah diri, bentuk, rupa serta suara siapapun bahkan menirukan segala suara binatang dan lain-lain. Namun aku tak sanggup menyamar menyerupaimu karena Allah melarang keras. Sekali-kali aku tak berani melangggar larangan itu. Bila aku berbuat juga niscaya hancurlah aku menjadi abu.

Nabi : Bagaimana caramu memperlakukan makhluk Allah?

Iblis : Ada beberapa cara :

- Terhadap wanita kugiatkan nafsunya hingga merenggangkan kedua pahanya kepada laki-laki yang bukan suaminya. Dengan begini terjadilah perzinahan.

- Sebagian kulalaikan dari zakat, dan kuberdayakan dengan makanan dan minuman haram serta perbuatan maksiat.

- Sebagian aku lalaikan dengan harta kekayaan sehingga dengan itu mereka berbuat maksiat.

- Antara kaum laki-laki dan kaum wanita kuperdaya imannya hingga berbelok dan lemah. Dengan demikian lebih mudah bagiku menarik mereka ke jalan maksiat. Kusenangkan mereka di tempat-tempat hiburan dengan minuman keras. Dan bila rasa malu telah hilang karena mabuk maka hilang pula akal dan pikirannya, saat itu kutaburkan syahwat di antara mereka sehingga terbukalah pintu-pintu maksiat yang besar.

- Dan apabila mereka terlanjur melakukan maksiat-maksiat besar lalu ingin bertaubat dan mulai beribadah lagi maka kukerahkan segala taktik supaya mereka menangguhkan taubat dan ibadahnya.

- Sebagian kumasuki hatinya supaya mereka beramal dengan riya (supaya dipuji orang) dan ujub (mengagumi amalnya sendiri). Penghasutan ini berlaku siang dan malam.

Nabi : Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekarjaan yang tak memberimu faedah malah menambah kutuk dan laknat bagimu di akherat.

Iblis : Ini dikarenakan oleh hawa nafsu, takabbur, hasad dan dengki sehingga menjatuhkan aku kedalam kehinaan. Aku telah beribu-ribu tahun menjadi pemimpin segala malaikat melakukan tasbih dan ibadah kepada Allah sampai datanglah firman Allah kepada kami:

"Aku hendak menciptakan seorang khalifah di dunia".

Dan setelah Adam tercipta, kami diperintahkan sujud kepadanya. Semua malaikat sujud tetapi aku tidak dengan alasan aku lebih mulia daripada Adam karena aku diciptakan dari api sedang Adam dari tanah. Dan karena kesombonganku Tuhan murka. Aku diusir dan dilaknat sampai hari kiamat. Wajahku yang dulunya bercahaya dan cakap sirna menjadi buruk dan keji, sedangkan Adam ditetapkan menjadi khalifah dan bertempat tinggal di surga bersama istrinya Siti Hawa. Mereka bergembira ria didalamnya sehingga dendamku menjadi-jadi. Melalui Hawa tipu dayaku berhasil. Mereka memakan buah larangan, lalu Allah murka dan menurunkan mereka di tempat yang terpisah di bumi. Setelah sekian lama baru mereka bertemu kemudian mempunyai anak laki-laki dan perempuan. Lalu kuhasut pula anak Adam yang bernama Qobil agar membunuh saudaranya Habil. Aku belum puas sampai disitu, aku akan terus memperdaya anak cucu Adam hingga hari kiamat. Namun setelah engkau di utus, segala rayuan dan bujukan yang kulakukan terhalang karena mereka Engkau ajak menganut agama Islam. Dahulu sebelum engkau dilahirkan, aku dan tentara-tentaraku bebas naik kelangit mencari rahasia-rahasia tentang nasib manusia atau tulisan yang menyuruh manusia beribadah dengan ganjaran surga. Maka apabila aku turun kubisikkan pada mereka dengan cara yang bertentangan sehingga mereka tersesat. Tetapi sejak engkau dilahirkan, golongan iblis tidak lagi di perbolehkan naik kelangit. Pintu-pintu langit dijaga ketat oleh malaikat-malaikat dan bila aku dan tentaraku bersikeras menerobosl langit, para malaikat membidik dengan panah-panah berapi. Banyak tentaraku yang terbakar karenanya.

Nabi : Apa yang lebih engkau dahulukan dalam memperdayakan manusia?

Iblis : Pertama-tama kupalingkan imannya supaya mengubah iktikadnya dari mukmin kepada syikrik, baik dari perkataan, perbuatan maupun niat di hatinya. Jika tidak dapat kupalingkan dengan cara ini aku mengubah cara dengan mengurangkan pahalanya supaya lama-kelamaan terjerumus dalam tipu dayaku.

Nabi : Bagaimana keadaanmu bila ummatku menegakkan sholat?

Iblis : Seluruh tubuhku gemetar , lemah lunglai sendi-sendi tulangku. Maka aku perintahkan anak buahku menghalang-halangi dan menggoda orang lslam yang akan sholat. Setiap orang dengan berpuluh-puluh setan. Sebagian menaiki badan orang yang sholat itu agar berat dan malas. Sebagian lagi membisiki hatinya agar was-was sehingga kadangkala terlupa rakaat yang dikerjakan. Sebagian lagi menaiki telinganya sehingga ia mendengarkan orang-orang yang bercakap-cakap, bunyi-bunyian dan sebagainya dari perbuatan yang sia-sia. Sebagian lagi menduduki belakangnya agar tak tahan duduk dan sujud lama, sehingga ingin cepat selesai.

Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku membaca Al-Qu`an dengan ikhlas?

Iblis : Tubuhku terasa hangus dan terasa putus urat-uratku, maka segera aku lari menghindar.

Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku mengerjakan haji karena Allah semata?

Iblis : Binasalah aku dan terasa gugur daging-daging yang ada di tubuhku karena mereka mencukupkan rukun-rukunnya.

Nabi : Bagaimana keadaanmu apabila ummatku berpuasa karena Allah semata?

Iblis : Inilah suatu bencana dan kesedihan yang amat sangat aku rasakan karena apabila masuk bulan Ramadhan maka memancarlah cahaya Arsyi dan Kursy serta seluruh malaikat menyambutnya dengan kegembiraan. Bagi orang islam yang berpuasa akan mendapatkan karunia yang besar dari Allah. Dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Yang paling menyakitkan hatiku adalah seluruh isi langit dan bumi ikut memohonkan ampunan bagi orang-orang yang berpuasa. Setinggi-tingginya yang capai oleh orang yang berpuasa adalah dibebaskan oleh Tuhan setiap hari dalam bulan Ramadhan seribu pembebasan dan azab api neraka. Semua pintu neraka ditutup rapat dan semua pintu surga dibuka lebar-lebar dan berhembuslah angin sepoi-sepoi dari bawah Arsyi melalui surga. Setiap awal bulan puasa, malaikat turun atas perintah Tuhan menangkapi kami. Mereka membelenggu dan merantai kaki dan tangan kami dengan besi yang panas lalu memasukkan kami kebawah bumi yang sangat dalam dengan azab yang sangat keras sampai ummatmu selesai berpuasa barulah kami dibebaskan. Semua itu dimaksudkan agar kami tidak dapat mengacau ummat yang sedang berpuasa sehingga mereka berpuasa dengan perasaan gembira.

Nabi : Bagaimana pandangmu terhadap masing-masing sahabatku (yang empat itu)?

Iblis : Semua sahabatmu adalah musuhku. Terhadap Abu Bakar Siddiq Quhafah sebelum bersamamu aku tak sanggup mendekatinya apalagi setelah mendampingimu. Dialah yang pertama kali menyaksikan engkau sebagai Rasul Allah dan engkau pernah mengatakan bahwa seandainya ditimbang kebajikan Abu Bakar Siddiq dengan kebajikan isi dunia, niscaya lebih berat kebajikan Abu Bakar Siddiq. Lagi pula Abu bakar adalah mertuamu karena engkau nikahi anak gadisnya Aisyah. Terhadap Umar Ibnu Khaththab aku tak sanggup memandang wajahnya karena ia sangat keras menjalankan syariatmu. Aku gemetar apabila memandang wajahnya. Imannya kokoh. Engkau pernah mengatakan bahwa seandainya ada Nabi lagi setelah engkau maka Umar Ibnu Khaththab yang akan diangkat. Sehingga dia digelari Umar Al-Faruq. Terhadap Usman Ibnu Affan aku tak kuasa menghampirinya karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur`an siang, malam, pagi dan petang. Dialah penghulu orang yang sabar lagi pula dia adalah menantumu. Terhadap Ali Ibnu Abu Thalib aku sangat takut karena kegagahannya bertempur dimedan perang. Bila kami golongan iblis memadang wajahnya akan terbakarlah biji mata kami karena dia sangat kuat menjalankan perintah Allah. Dialah yang pertama kali memeluk agama Islam dari golongan anak-anak. Ia tak pernah sekalipun menundukkan pandangan matanya dari patung-patung, sehingga digelari Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah (dimuliakan Allah karena wajahnya). Engkau mengatakan engakulah negeri semua ilmu dan Ali itu pintunya.

Nabi : Bagaimana caramu memperdaya ummatku?

Iblis : Bagiku ummatmu terbagi tiga:

Pertama : Seperti air hujan dari langit yang menghidupkan semua tumbuh-tumbuhan serta banyak manfaatnya. Mereka adalah guru-guru yang memberi nasehat kepada manusia agar mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kedua : Seperti tanah yaitu bersyukur dan rela atas nikmat dan karunia Tuhan yang diberikan kepadanya. Mereka beramal shaleh dan bertawakal kepada Tuhan.

Ketiga : Seperti fir`aun sangat tamak pada harta dunia sampai melupakan amal akherat. Aku sangat suka pada orang-orang seperti ini. Kuputar hatinya pada perbuatan maksiat dan durhaka. Hatinya terpikat pada dunia dan lupa pada akherat.

Nabi : Siapakah yang serupa dengan engkau?

Iblis : Orang-orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang-orang yang mempelajari hukum-hukum agama islam.

Nabi : Siapakah yang membuat mukamu berseri-seri kegirangan?

Iblis : Itulah orang-orang yang berbuat dosa dan noda dan bersumpah dengan sumpah palsu serta menyalahi janji.

Nabi : Cobalah terangkan perbuatanmu pada ummatku dikamar mandi?

Iblis : Orang islam apabila tidak mengucapkan perlindungan ketika memasuki kamar mandi niscaya kugosokkan najis ketubuhnya tanpa dia sadari tapi apabila dia mengucapkannya aku lari.

Nabi : Bagaimana perbuatanmu terhadap ummatku apabila mereka melakukan persetubuhan dengan istrinya?

Iblis : Aku lari apabila ia mengucapka doa bersetubuh, tapi bila tidak maka akulah yang mendahului bersetubuh dengan istrinya dan apabila benihku bercampur dengan benih istrinya maka anak yang lahir akan senang kepada perbuatan maksiat.

Nabi : Bagaimana caranya agar dapat menolak tipu dayamu?

Iblis : Segeralah bertobat dengan sungguh-sungguh setelah melakukan perbuatan dosa.

Nabi : Siapa saja yang lebih engkau sukai?

Iblis : Lelaki atau wanita yang dalam masa 40 hari tidak mencukur bulu ari-arinya, maka duduklah aku mengecilkan diri seperti kutu busuk. Aku juga berbuai-buai pada ketiak orang-orang yang tidak mencabuti atau mencukurnya.

Nabi : Siapakah yang paling akrab denganmu?

Iblis : Orang-orang yang menelungkup, yang mengantuk diwaktu subuh sehingga tak cepat bangun untuk sholat. Orang-orang seperti ini kugumul, kupeluk dan kunina bobokkan supaya pulas tidurnya sampai terbit matahari. Demikian juga pada waktu sholat yang lain kukacau hatinya dengan berbagai rayuan dan tipu muslihat sehingga mereka menjadi malas mengerjakan sholat.

Nabi : Apakah yang dapat menghancurkanmu?

Iblis : Banyak berdzikir, bersedekah secara sembunyi-sembunyi, taubat dan membaca Al-Qur`an.

Nabi : Apakah yang dapat memecahkan matamu bila kamu melihat?

Iblis : Orang beri`tikaf di mesjid, orang yang taat kepada kedua orang tuanya dan membantu keduanya dalam soal makanan dan pakaian.

Nabi : Apakah yang menyebabkan kamu terbelenggu?

Iblis : Apabila pedagang tidak curang dalam perdagangannya.

Nabi : Bagaimana perasaanmu apabila ummatku memberi salam kepada temannya?

Iblis : Rasanya pecah dadaku. Bila mereka bertemu yang seorang memberi salam dan yang lainnya menjawabnya aku menangis sedih karena keduanya mendapat ampunan setelah berpisah.

Nabi : Siapa saja yang menjadi teman karibmu?

Iblis : Para peminum minuman keras dan para pecandu karena hal ini bisa menyebabkan perceraian dan perkelahian.

Nabi : Siapa temanmu yang setaraf denganmu?

Iblis : Bila berjumpa laki-laki dengan wanita maka wanita itu kududuki kuduknya dan kuhias wajahnya sehingga nampak bertambah ayu dan menawan. Dan Apabila mereka sampai berzina maka merekalah yang setaraf denganku.

Nabi : Dimanakah kamu bertempat tinggal?

Iblis : Dirumah-rumah berhala, batu-batu besar dan tempat-tempat yang dianggap keramat. Apabila mereka datang kesana aku pengaruhi hatinya agar bertambah yakin kepada benda-benda yang dikeramatkan sehingga bertambah musyriklah mereka.

Nabi : Dimanakah kamu selalu berkumpul?

Iblis : Ditempat hiburan dimana laki-laki dan wanita bercampur baur.

Nabi : Apa yang kamu kerjakan dimesjid-mesjid?

Iblis : Mengacau hati orang yang shalat. Dan yang kutakuti adalah yang tidur disana.

Nabi : Mengapa begitu? Padahal yang sedang bermunajat kepada Allah kamu tidak takut. Bukankah yang tertidur itu dalam keadaan tak sadar dan tak melihat apa-apa?

Iblis : Orang yang sholat itu mudah aku perdaya karena sebagian besar mereka jahil dan tak tahu hakikat syariat agama tetapi yang tertidur sebagian besar adalah mereka yang tahu tentang syariat agama. Bila ia terbangun aku khawatir ia menegur dan memperbaiki sholat orang-orang yang kugoda.

Nabi : Apa yang kamu sukai dan kau puji dari seseorang?

Iblis : Suara orang-orang yang bernyanyi, bersajak diiringi bunyi-bunyian. Sedangkan orang-orang yang bernazam dan bersalawat dengan suara yang bagus kurang mengenakkan aku.

Nabi : Siapakah yang menjadi temanmu yang paling kau sukai?

Iblis : Para penipu dan para pemakan harta anak yatim

Nabi : Sebab apa kau gelapkan manusia?

Iblis : Kugelapkan hati manusia karena mereka:

- Makan dan minum dari hasil yang haram.

- Lambat bangun sehingga meninggalkan shalat subuh.

- Terlalu mengenyangkan perut sehingga malas mengerjakan shalat dan ibadah.

Nabi : Siapa yang menggembirakanmu?

Iblis : Orang-orang kaya yang bakhil bersedekah dijalan Allah. Orang-orang yang tak mau mengeluarkan zakat, mereka hanya mau mengeluarkan dengan imbalan tenaga sedangkan familinya banyak yang miskin dan berhajat pada sedekah.

Nabi : Siapa saja yang menggemukkan dan menyuburkanmu?

Iblis : Orang-orang yang hasad (dengki), orang-orang yang tidak mempelajari hukum-hukum agama dan wanita-wanita yang tidak menjaga kehormatannya.

Nabi : Bagaimana halnya bila seorang ulama mati?

Iblis : Aku akan mempersubur fitnah dikalangan masyarakat.

Nabi : Apakah tindakanmu apabila ummatku melaksanakan shalat berjamaah?

Iblis : Sungguh akan gagallah tipu dayaku pada mereka.

Nabi : Bagaimana keadaanmu apabila ummatku bershalawat kepadaku?

Iblis : Itu berarti sama dengan membelah mukaku karena mereka sangat ingat kepadamu.

Nabi : Apabila ummatku berpuasa Ramadhan dan ditutup dengan shalat Id maka Allah berfirman: "Wahai malaikat-malaikat-Ku, setiap yang bekerja tentu menuntut upah, dan hamba-Ku yang berpuasa sebulan, lalu mereka keluar berhari-raya, mereka menuntut upahnya. Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka". Allah berfirman lagi: " Wahai ummat Muhammad pulanglah kerumah masing-masing, sesungguhnya Aku ampunkan semua dosamu yang lalu dan yang akan datang dan Aku gantikan dosa-dosamu dengan kebajikan". Bagaimana perasaanmu ya iblis?

Iblis : Aku memekik sekuat-kuatnya sehingga anak buahku berdatangan. Kukatakan kepada mereka: "Wahai tentara dan pengikutku, yang menyebabkan aku berduka cita adalah karena Allah telah mengampuni ummat Muhammad pada hari ini. Wahai tentaraku tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah menerima puasa ummat Muhammad dan Allah sangat mengasihi dam merakhmati serta mengabulkan segala permohonan mereka. Allah juga telah mengampuni dosa mereka. Maka hendaklah kamu goda mereka agar mereka malas beribadah dan kembali durhaka serta mengerjakan berbagai kemaksiatan. Dengan begitu Allah murka sehingga diturunkan bala bencana. Bila sudah demikian rianglah aku.

Nabi : Siapa saja pendukungmu?

Iblis : Orang yang tidak bertaubat dari dosanya apalagi bila ia bangga dengan dosanya. Tetapi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illahllah dan istighfar akan membinasakanku. Orang yang bersiul-siul, karena sewaktu aku diusir kedunia aku mengembara dengan bersiul-siul. Itulah hiburanku. Tetapi orang yang adzan akan menghalangiku karena malaikat hadir bersama mereka.

Nabi : Apakah ikhtiarmu dan usahamu atas ummatku setelah aku diutus menjadi Rasul Allah untuk menyelamatkan Bani Adam dari kesesatan kepada jalan Allah?

Iblis : Aku akan berusaha sungguh-sungguh dalam menarik Bani Adam kejalan maksiat. Akan kujadikan laki-laki dan wanita bergaul dengan bebas supaya senang dan mudah aku menggoda mereka kepada maksiat. Aku tidak akan berhenti menjerumuskan mereka selama nyawa dikandung badan.
Read More..

Tanda Menjelang Kiamat

OLEH KH. QOIMUDDIN WK

عَن عَبَّاس ابْنِ عَابِس الغِفَّارِى رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:"بَادِرُوا بالموت /بِالأَعْمَالِ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، واسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا"

Dari Sayidina Abbas Ibn Abis al Ghifari ra. Berkata; Rasulullah bersabda, “bergegaslah kalian semua dengan (ingat) mati – pada riwayat yang lain- dengan (mengerjakana) amal-amal ibadah terhadap enam perkara; pemimpin yang dungu, jual beli hukum, merajalelanya tindak kriminal, memutus tali silaturahim dan lalai dengan menjadikan Al Quran sebagai lagu-lagu. Mereka mendahulukan seseorang yang melagukan al Quran, walaupun dia paling sedikit pengetahuan (ilmu agama)nya) HR Tabrani.

Kiamat merupakan salah satu fase dari perputaran kehidupan, peritiwa besar yang akan dialami oleh alam ini. Rasulullah saw. Sebagai utusan Allah yang membimbing umat manusia agar selamat di dunia dan akhirat telah diberi pengetahuan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa mendatang yang selanjutnya beliau tuangkan dalam mutiara hadits2 yang dikenal dengan tanabbu’at.

Hadits yang diriwayatkan oleh sahabat abbas ibn abis di atas, mencerminkan bahwa seorang mukmin bila terlah mendapati enam perkara yang beliau sabdakan, maka hendaknya banyak mengingat kematian dengan diiringi usaha untuk memperbanyak amal ibadah. Karena, bekal yang akan dibawa oelah seorang hamba menuju peristirahatan yang kekal (akhirat), buakanlah harta benda yang selama ini dia kumpulkan, ataupun pangkat yang menjadi kebanggaan, melainkan hanyalah amal semasa dia hidup.

Enam perkara yang menjadi tanda-tanda kiamat dalam sabda Nabi saw, ialah:

1. kepemimpinan orang-orang dungu.

Makna bodoh di sini dalam urusan gam, karena yang menjadi prioritas utamanya hanya urusan dunia, bahkan yang sia-sia sekalipun. Hal ini sangat berpengaruh pada keputusan-keputusan yang dia ambil, sehingga urusan-urusan agama akan terbengkalai dan semakin aus.

2. banyak polisi.

Sebagian orang mempunyai statement (anggapan) bahwa dengan banyaknya polisi atau pasukan pengaman di suatu daerah, maka keadaan akan semakin kondusif dan aman. Padahal, justru hal inilah yang menandakan angka kejahatan di derah tersebut relatif tinggi. Sehingga orang yang baik pun gelisah di persimpangan jalan dan yang jahat dengan leluasa melancarkan aksinya. Sedangkan para aparat hanya tidur menunggu tip dari para mafia. Seorang penyair berkata:

Para penjaga kebun Mesir saling tertidur sampai kancil-kancil itu kekenyangan sebelum tandan-tandan kurma habis.

Dan termasuk juga kategori polisi, orang-orang yang suka mencari, menyebarkan dan menggosip kesalahan orang lain.

3. jual beli hukum.

Praktek ini sudah berakar di dalam sendi-sendi negara, seperti suap menyuap yang banyak ditemukan di instansi-instansi pemerintahan, mulai dari kehakiman, pertahanan, pendidikan sampai pada penerimaan calon PNS. Nabi saw bersabda, “penyuap dan yang menerima suap (berada) di neraka.” (HR. Turmudzi).

4. merahalelanya tindak kriminal.

Pada dewasa ini, kriminalitas sudah menjadi berita setiap hari yang disajikan di beberapa stasiun tv dan seakan-akan merupakan menu wajib di keseharian kita. Sebut saja pembunuhan, perampokan dan tidak-tindak asusila lainnya. Hingga sampai ke tingkat apa yang terkandung dalam hadits, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga paling beruntungnya manusia (pada saat itu) adalan orang biadab bin biadab.” (HR. Bukhori).

5. memutus tali silaturrahmi (persaudaraan).

Perbuatan ini sangat tercela, karena sangat bertentangan dengan tuntunan Islam yang menganjurkan untuk saling bertegur sapa, meskipun dengan orang yang tak dikenal. Bahkan dalam Islam sesama muslim adalah saudara. Akan tetapi, qathi’u arrahim (memutus tali persaudaraan) telah membudaya di kalangan masyarakat kita. Hal itu merupakan imbas dari banyaknya orang yang saling memperebutkan warisan, kedudukan dan harta. Kadang seseorang akan mudah sekali memutus hubungan saudara atau kerabat, hanya karena perasaannya tersinggung dengan masalah yang sepele. Nabi saw bersabda, “Tidak masuk surga orang yang memutus (tali silaturrahmi).” (HR. Bukhori).

6. melagukan al Qur’an

Al Qur’an kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat terbesar beliau, yang terjaga keotentikannya dan seharusnya menjadi acuan dan pedoman, sudah banyak dilalaikan. Mari kita amati perkembangan al Quran dalam masyarakat Indonesia dewasa ini, al Quran dijadikan sebagai hiburan, kesenian, dilagukan untuk perlombaan dan pembukaan acara-acara, sehingga lupa akan tujuan untuk apa al Quran itu diturunkan, yaitu agar dipahami, dihayati dan diamalkan. Menjadikan al Quran tidak sesuai dengan tujuan utamanya adalah suatu bid’ah yang jelas kesesatannya, karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah dan orang-orang salaf. Ibnu Abbas berkata; “kesesatan itu manis dirasakan oleh orang-orang sesat Allah berfirman :

وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

70. Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama[485] mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at[487] selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

--------------

[485] Yakni agama Islam yang disuruh mereka mematuhinya dengan sungguh-sungguh.

[486] Arti menjadikan agama sebagai main-main dan senda gurau ialah memperolokkan agama itu mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya dengan dasar main-main dan tidak sungguh-sungguh.

[487] Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.

Maksud dari menjadikan agama sebagai mainan dan senda gurau ialah memperolok agama dengan mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi laranganNya secara main-main dan tidak sungguh-sungguh.

Jika orang-orang Islam mampu menerapkan apa yang terkandung dalam al Quran dalam lingkup keluarga maupun masyarakat, maka di negeri ini Insya Allah akan tercipta stabilitas nasional dan keadilan serta kemakmuran akan semakin merata. Namun hal ini tentunya dengan alasan yang baik, seperti syiar Islam atau mencari barakah.

Dalam haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk membaca al Quran dengan dialek dan makhrajnya orang Arab. Disamping itu, beliau juga memberikan peringatan agar kita tidak membacanya dengan menggunakan lagunya orang-orang fasik dan ahli kitab. Karena Nabi juga menyebutkan, bahwa setelah zaman beliau, akan ada suatu kaum yang menelaah al Quran dari segi lagunya, seperti ratapan dan sebagaimana para rahib (pendeta) menelaah. Sedangkan al Quran tidak sampai melewati pangkal tenggorokan mereka (hanya sekedar dibaca, tidak diamalkan) dimana hati mereka dan hari orang-orang yang mengaguminya itu telah terkena fitnah.

Fenomena diatas telah terjadi dimana-mana. Padahal, ketika disabdakan Nabi empat belas abad yang lalu, hal tersebut masih dianggap sesuatu yang mustahil terjadi di kalangan umat Islam. Ini merupakan bukti bahwa Rasulullah adalah benar nabi pilihan Allah swt, supaya yang masih kafir menjadi beriman dan yang mukmin semakin mantap keimanannya, meningkat frekwensi ketakwaan, serta volume amalnya. Nabi Muhammad saw dalam haditsnya, berusaha menghandle jalan yang mesti kita tempuh agar umatnya selalu waspada terhadap tanda-tanda kiamat kubro yang sudah terjadi ini. Karena dengan demikian kiamat sudah berada diambang pintu. Dan agar kita kembali kepada Allah, bertaubat, meminta keselamatan di dunia dan akhirat.

Postingan dari achmad shampton [achsanmas@telkom.net]
Read More..

Kisah Sabar yang Mengharukan

Seorang penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh “Prof. Dr. Khalid al-Jubair ” menceritakan sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab yang Terlupakan). Mari sejenak kita perhatikan bersama kisah tersebut. Dokter tersebut berkata:

Pada suatu hari, (hari Selasa) aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.

dan Pada hari Kamis pukul 11.15 -aku tidak melupakan waktu itu karena pentingnya kejadian tersebut- tiba tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun bertindak cepat untuk menangani anak tersebut , kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah ‘Azza wa Jalla menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla.

setelah itu aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulitnya untuk mengabarkan keadaan pasien kepada keluarganya jika ternyata keadaannya memburuk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tetapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.” Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut?
Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”

Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.
Sepuluh hari kemudian , mulailah sang anak bergerak gerak. Kamipun memuji Allah ‘Azza wa Jalla serta menyampaikan sebuah kabar gembira , yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kamipun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

3,5 bulan kemudian , anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku tidak pernah melihat semisalnya sebelumnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah ‘Azza wa Jalla dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2C. Maka kukatakan kepada ibunya: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menangis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6C, dia akan mati…, dia akan mati…”. Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41,0C sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no.6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”

mendengar pernyataan ibu tersebut , aku jadi teringat sebuah hadits Rasulullah Sholallahu ‘alihi wasallam yang indah lagi agung: ”Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

beberapa waktu kemudian , ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:

“Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku sendiri belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Di mana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda.

dalam kondisi anak nya yang seperti ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya. Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut dihadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?

Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompeks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya apa-apa kecuali hanya berdo’a dan merendahkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh dengan sempurna karena rahmat Allah ‘Azza wa Jalla sebagai balasan bagi seorang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyusul ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.
Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:

Satu setengah tahun setelah anak titu keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki beserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “Tidak mengenal mereka.”

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku pun menyambut mereka denagn ramah , dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”

mendengar hal itu Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan linangan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.

Tahukah anda apa yang dia katakan?

Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Bapak itu berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.”

Maka kukatakan kepadanya: “wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.”

….

Saudara-saudariku sekalian, ketahuilah bahwa beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah taufik dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman yang artinya:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Allah ‘Azza wa Jalla, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Sumber: Qiblati edisi 01 tahun III
Read More..

Sifat Api Neraka dan Ahlinya

Sahabat yang dirahmati Allah,
Siapakah mayoritas penghuni Neraka?
Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Dan aku melihat ke dalam Neraka, maka aku dapat melihat kebanyakan penghuninya adalah terdiri daripada golongan wanita.”

Kenapakah majoriti penghuni Neraka ini adalah wanita?

Apabila Rasulullah s.a.w melawat ke dalam Neraka maka baginda s.a.w melihat kebanyakkan penghuninya adalah daripada kalangan wanita. Apakah kesalahan dan dosa yang mereka lakukan sehingga dikatakan menjadi penghuni paling ramai di Neraka. Na’uzubillahiminzalik!!

Ini disebabkan ramai kaum wanita yang tidak menunaikan hak suami. Mereka tidak berterima kasih di atas pemberian suami dan tidak menjaga kehormatan diri ketika suami tidak ada di rumah. Mereka tidak menutup aurat daripada orang yang bukan muhram dan ramai pula di kalangan mereka keluar dari rumah dengan bermacam-macam perhiasan dan persolekan, memakai minyak wangi dan membiarkan bau wangi itu dicium oleh orang yang bukan mahramnya. Sedangkan dia berhadapan dengan suaminya dengan pakaian yang buruk dan badan yang berbau busuk. Inilah di antara sebab-sebab yang mengakibatkan ramai di kalangan wanita yang akan masuk Neraka.


Sahabat yang dimuliakan,Abul-Laits meriwayatkan dengan sanatnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam."

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : " Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka iaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada wap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahawa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka."

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : "Jibril datang kepada Nabi s.a.w. pada saat yang tiada biasa datang dalam keadaan yang berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi s.a.w. : 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya : 'Ya Muhammad aku datang kepadamu pada sa'at di mana Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api Neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahawa Neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.'

Lalu Nabi s.a.w. bersabda : 'Ya Jibril jelaskan kepadaku sifat Jahannam!'

Jawabnya, 'Ya ketika Allah menjadikan Jahannam maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun hingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli Neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut Allah dalam al-Qur'an itu diletakkan di atas bukit nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yang ketujuh.'

'Demi Allah yang mengutusmu dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa nescaya akan terbakar orang-orang yang dihujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasan besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potong-potongan api. Api Neraka itu ada mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bahagian yang tertentu dari orang lelaki dan perempuan.'

Nabi s.a.w. bertanya : 'Apakah pintu-pintu bagaikan pintu-pintu rumah-rumah kami?'

Jawabnya : " Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya dari bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain tujuh puluh kali lipat ganda, maka digiring ke sana musuh-musuh Allah sehingga bila telah sampai ke pintunya disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu di masukkan ke dalam mulut mereka hingga tembus ke dubur, dan diikat tangan kirinya ke lehernya, sedang tangan kanannya dimasukkan dalam dada dan tembus ke bahunya, dan tiap manusia diganding dengan syaitannya lalu diseret tersungkur mukanya sampai dipukul oleh para Malaikat dengan pukul besi, tiap mereka ingin keluar kerana sangat risau maka ditanam ke dalamnya, kemudian Nabi s.a.w bertanya : 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawabnya :
'Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan orang-orang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun sedang namanya Alhawiyah.

Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim.

Pintu ketiga, tempat orang-orang Shobi'in bernama Saqar.

Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha.

Pintu kelima, orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu keenam, tempat orang Kristian (Nashara) bernama Sa'ier.

Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga Nabi s.a.w. tanya : "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?'

Jawabnya : 'Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari umatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat'. Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan ketiaka mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuan Jibril sehingga sedar kembali, dan ketika sudah sadar Nabi s.a.w bersabda ; "Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umatku yang akan masuk ke dalam Neraka?

Jawabnya ; 'Ya , yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.'


Sahabat yang dihormati,Marilah sama-sama kita insaf dan bertaubat kepada Allah s.w.t. Jauhkanlah diri kita daripada perbuatan dan amalan yang akan menjerumuskan kita kedalam api Neraka yang amat dahsyat sekali.

Oleh itu, wahai saudaraku sekelian, marilah sama-sama kita selamatkan diri kita, ahli keluarga, jiran tetangga, sahabat handai, saudara mara dan masyarakat kita. Dengan mengajak mereka untuk kembali mengambil Islam sebagai cara hidup. Hanya Islam agama yang diredhai Allah.

Sebagai suami dan ayah perlulah kita mendidik isteri dan anak -anak perempuan kita dengan tarbiyah kerana wanita itu akalnya senipis rambutnya. Dijadikan wanita itu daripada tulang rusuk yang bengkok, untuk luruskannya perlu kepada lelaki yang beriman kepada Allah. Dari itu didiklah mereka dengan tarbiyah Islamiyyah secara yang berhikmah.

Kasihanilah mereka, tanpa lelaki yang beriman tidak mungkin akan melahirkan wanita yang solehah. Akal wanita senipis rambutnya, tebalkan dia dengan ilmu agama. Hatinya serapuh kaca, kuatkan dia dengan iman dan takwa kepada Allah. Perasaannya selembut sutera, hiasilah dengan akhlak mulia. Jangan jinakkan wanita dengan harta kerana nanti mereka akan semakin liar. Jangan hiburkan mereka dengan kecantikan kerana nanti mereka akan menderita.

Kenalkan mereka dengan Zat Allah yang kekal, disitulah punca kekuatan dunia. Suburkan mereka dengan nikmat iman dan Islam kerana dari situlah nantinya mereka akan lihat nilaian dan keadilan Rabb, Tuhan sekalian alam. Bisikan ke telinga mereka bahawa kelembutan bukan kelemahan dan ianya bukan diskriminasi Allah, sebaliknya disitulah kasih sayang Allah. Tanpa iman, ilmu dan akhlak mereka tidak akan lurus, malah akan semakin bengkok. Itulah hakikatnya seandainya mereka tidak kenal Allah. Bila wanita menjadi derhaka pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara. Jinakkan diri mereka untuk mentaati Allah s.w.t.

Semoga bermanfaat.

sumber:Catatan Akhi Abu Basyer
Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..

Kematian Sangatlah Dekat Dengan Kita

Bismillahirrohmanirrohim

Distribusi manusia meninggal dunia (tahun)

Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60 - 70 tahun (mayoritas)
pukul rata manusia meninggal dunia antara usia kurang lebih 65 tahun beruntung yang di berikan umur panjang dan di manfaatkan sisa umurnya.

Baligh = Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia???

Laki-laki Baligh kurang lebih 15 tahun
Wanita Baligh kurang lebih 12 tahun

Usia yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan rumus :
MATI-BALIGH = Sisa USIA ???? ... 65-15 = 50 tahun
Lalu 50 tahun ini di gunakan untuk apa saja ?

12 jam siang hari
12 jam malam hari... 4 jam satuhari satumalam
Mari kita tela?ah bersama.
Waktu kita tidur kurang lebih 8 jam/hari
dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam = 146000 jam = 16 tahun, 7 bulan.
di bulatkan jadi 17 tahun.

Logikanya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis digunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selama-lamanya.
Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari = 25 tahun habis tertidur,!!! Hati-hati dengan penyakit TUMOR.??!!

Waktu aktivitas di siang hari kurang lebih 12 jam
dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas : 18250 hari x 12 jam = 219000 jam = 25 tahun.
Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau bercinta.. ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling,??
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tidak bisa disamaratakan satu dengan yang lain.

Waktu aktivitas santai atau rilexsasi kurang lebih 4 jam.
dalam 50 tahun waktu yang dipakai rilexsasi 18250 hari x 4 jam = 73000 jam = 8 tahun.

Realisasi relaxsasi biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin dihabiskan termenung dibuai khayalan.???

17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun Plus..Plos/Balance.
Tidur??Ngelembur??Nganggur
Lalu kapan Ibadahnya???

Padahal Manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah kepa-Nya, karena satu yang pasti kita akan kembali ke alam hakiki Illahi.

Maut datang menjemput tak pernah bersahut.
Malaikat datang menuntut untuk menrenggut.

Manusia tak kuasa untuk berbicara...
Tuhan Maha Kuasa atas Syurga dan Neraka.???

Memang benar!! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah mau nyari ijasah, bakal nanti bekerja agar mudah mencari nafkah..

Memang benar!! bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?? Orang kita bekerja sikut sana sikut sini, banting tulang banting orang, tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang orang-orang?..

Jarang orang menolak di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ???

pernah kita membaca Bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?
pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat gemerlapnya dunia.

Lalu kapan Ibadahnya??

Ooh, mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap cukup.?!
karena kita pikir, Sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu Syurga??? Kenapa kita harus cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita.!!!

Berapa sholat kita dalam 50 tahun?
1x sholat = kurang lebih 10 menit?... 5x sholat kurang lebih 1 jam.
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat = 18250 hari x 1 jam = 18250 jam = 2 tahun.
ini dengan asumsi semua sholat kita diterima Allah SWT.

Kesimpulan: Waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat???
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita..??? itupun belum tentu sholat kita bermakna berpahala dan diterima.

Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak sebanding dengan dosa-dosa kita selama 50 tahun, dalam ucap kata kita yang selalu dusta, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca terhadap Orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang selalu bergelimang dosa..

Logika dari logikanya:
Bukan suatu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana...

Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir begitu cepat, isilah dengan sesuatu yang bermanfaat, Jangan tunda-tunda lagi??

Ingat Malaikat Maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja, kapan saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir.!! Apakah kita siap menyambut Malaikat Maut kapan saja dimana saja???

sumber : kaskus

Read More..

Noda Yang Menghancurkan Ibadah

Banyak orang beranggapan bahwa kualitas ibadah hanya ditentukan oleh syarat, rukun, dan kekhusyukan dalam pelaksanaannya. Misalnya, sholat yang berkualitas adalah yang didahului oleh wudhu yang betul, suci pakaian dan tempatnya, serta khusyuk dalam melakukan setiap rukunnya. Demikian pula dengan ibadah-ibadah yang lain.

Saad bin Abi Waqqash RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang rahasia agar ibadah dan doa-doanya cepat dikabulkan. Rasulullah SAW tidak mengajari Sa'ad tentang syarat, rukun, ataupun kekhusyukan.
Rasulullah SAW mengatakan, "Perbaikilah apa yang kamu makan, hai Sa'ad." (HR Thabrani).


Ada teguran yang hendak disampaikan Rasulullah SAW lewat hadist di atas. Yaitu, bahwa kebanyakan manusia cenderung memperhatikan 'kulit luar', tapi lupa akan hal-hal yang lebih penting dan fundamental.

Setiap Muslim pasti mengetahui bahwa sholat atau haji mesti dilakukan dengan pakaian yang suci. Pakaian yang kotor akan menyebabkan ibadah tersebut tidak sah atau ditolak. Namun, betapa banyak di antara kaum Muslim yang lupa dan lalai bahwa makanan yang diperolehi dari cara-cara yang kotor juga akan berakhir dengan ditolaknya ibadah dan munajat kita.

Rasulullah SAW telah mengingatkan, "Demi Zat Yang menguasai diriku, jika seseorang memakan harta yang haram, maka tidak akan diterima amal ibadahnya selama 40 hari." (HR Thabrani).


Dalam hadis lain yang dinukil Ibnu Rajab al-Hanbali, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang di dalam tubuhnya terdapat bagian yang tumbuh dari harta yang tidak halal, maka nerakalah tempat yang layak baginya."

Di sinilah terlihat dengan jelas, hubungan antara kualitas ibadah dan sumber penghasilan. Bahkan, karena ingin memastikan bahwa semua yang dimakan berasal dari sumber yang halal, para Nabi dan Rasul menekuni suatu pekerjaan secara langsung untuk menghidupi diri dan keluarga mereka.

Nabi Daud a.s adalah seorang penempa besi dan penjahit, Nabi Zakaria a.s seorang tukang kayu, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang, dan seterusnya. Demikian pula dengan para sahabat yang mulia; mayoritas kaum Muhajirin berkerja sebagai pedagang, sementara kaum Ansar mengendalikan hidupnya dari pertanian.

Selain daripada itu, ketika seseorang bergelimang dengan harta yang haram, dan dia menafkahi keluarganya dengan harta tersebut, sebenarnya ia tidak hanya menodai ibadahnya sendiri. Tapi, juga menodai ibadah dan masa depan anak-isterinya.

Seperti komentar Syekh 'Athiyah dalam Syarh al-Arbain an-Nawawiyah, "Orang tua seperti itu secara sengaja membuat ibadah dan doa anak-anaknya tertolak. Sebab, ia menjadikan tubuh mereka tumbuh dari harta yang haram."

Wa Allahu a'lam

Sumber Artikel* : KCB Yahoo groups, Abdullah Hakam Shah MA, republik
saduran : www.iluvislam.com
Read More..

Enam Pertanyaan Imam Ghazali

1. Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
2. Apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia ?
3. Apakah yang paling besar di dunia ?
4. Apakah yang paling berat di dunia ?
5. Apakah yang paling ringan di dunia ?
6. Apakah yang paling tajam di dunia ?

Pada suatu hari Imam Ghazali berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa pertanyaan:

PERTAMA :
Beliau bertanya apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :"Orang tua, guru, kawan dan sahabat". Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberikan adalah benar tetapi jawapan yang paling tepat sekali bagi soalan ini ialah 'MATI'.


Firman Alah s.w.t yang bermaksud :
“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [ QS Ali 'Imran : 185]

KEDUA :
Beliau bertanya apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia lalu muridnya menjawab :" negara China, bulan, matahari dan bintang". Lalu Imam Ghazali menegaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah betul tetapi yang paling betul ialah 'MASA LALU'. Walau dengan apa cara sekali pun kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga hari ini dan hari mendatang dengan amalan soleh agar kita tidak sesal di kemudian hari nanti.


KETIGA :
Beliau bertanya tentang apakah yang paling besar di dunia ini lalu muridnya menjawab: " Gunung, bumi, matahari". Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawapan yang diberi adalah tepat tetapi yang paling tepat ialah 'NAFSU'. Maka kita mesti berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu mengheret kita ke neraka jahanam.


Firman Alah s.w.t yang bermaksud :
“ Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai ”.[QS AlA’raf : 179]

KEEMPAT :
Beliau bertanya tentang apakah yang paling berat di dunia lalu muridnya menjawab :" besi, gajah". Imam Ghazali mengatakan bahawa semua jawapan adalah benar tetapi yang paling benar ialah 'MENANGGUNG AMANAH'. Segala tumbuhan, binatang, gunung ganang tidak sanggup memikul amanah tetapi manusia sanggup memikulnya ketika Allah meminta untuk memikul amanah khalifah di bumi. Manusia ramai yang rosak dan binasa kerana tidak mampu memikul amanah dengan baik akibat kecuaian dan kedegilan mereka dalam mengikut lunas yang telah ditetapkan oleh syarak.


KELIMA :
Beliau bertanya tentang apakah yang paling ringan di dunia lalu muridnya menjawab :" Kapas, angin, debu dan awan". Imam Ghazali menyatakan bahawa semua jawapan yang diberi adalah benar tetapi yang paling benar ialah 'MENINGGALKAN SEMBAYANG' kerana manusia sering mempermudah dan meringankan sembahyang disebabkan terlalu mementingkan urusan dunia.


Firman Alah s.w.t yang bermaksud :
“ Maka dirikanlan solat. Sesungguhnya solat itu suatu kewajipan yang ditentukan waktunya ke atas orang-orang mukmin “. [QS.An-Nisa : 103]

KEENAM :
Beliau bertanya tentang apakah yang paling tajam di dunia lalu muridnya menjawab:''Pedang". Imam Ghazali mengatakan bahawa jawapan itu adalah betul tetapi yang paling betul ialah'LIDAH MANUSIA' di mana disebabkan lidah maka manusia suka menyakiti dan melukai perasaan orang lain sehingga berlakunya perbalahan dan perpecahan.


Semoga bermanfaat....

Source : www.iluvislam.com
oleh: wardah_afifah
Shared and Edited By Catatan Catatan Islami Pages

Read More..

9 Pemubaziran Yang Sering Dilakukan Manusia

Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan ada 9 pemubaziran yang sering dilakukan manusia yaitu :

Ilmu pengetahuan
Mubazir jika tidak diamalkan untuk jalan kebaikan.

Amalan
Mubazir jika dilakukan tidak dengan hati yang ikhlas.

Kekayaan
Mubazir jika dibelanjakan pada perkara yang tidak bermanfaat dan tidak di Ridhoi Allah.

Hati
Mubazir jika kosong daripada kasih kepada Allah.


Tubuh badan
Mubazir jika tidak digunakan untuk beribadah kepada Allah.

Cinta
Mubazir jika dicurahkan kepada selain Allah atau melebihi cinta kepada-Nya.

Masa
Mubazir jika tidak diurus sebaiknya.

Akal
Mubazir jika tidak memikirkan sesuatu yang bermakna kepada agama.

Zikir
Mubazir jika tidak memberi kesan kepada hati.




Wallahu'alam. semuga Allah s.w.t memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam.

Semoga Bermanfaat…

Source : Tazkirah umum
Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..

BERCERMIN DIRI

Tatkala kudatangi sebuah CERMIN,
Tampaklah sosok yang sudah sangat lama kukenal
dan sangat sering kulihat.
Namun aneh…
Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.

Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya :
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya
Dan bersinar indah di Surga sana?
Ataukah wajah ini yang hangus legam di Neraka Jahanam?


Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya :
Mata inikah yang akan menatap Allah..
Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, terburai menatap neraka jahanam?
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap MULUT..
Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan
Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput?
Ataukah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur,
dengan lengkingan jerit pilu …
yang mencopot sendi-sendi setiap yang mendengar?
Ataukah mulut ini jadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir,
penghangus dan penghancur setiap usus?


Apakah gerangan yang engkau ucapkan
Wahai mulut yang malang?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk …
Dengan sayatan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata semanis madu…
Yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Berapa sering engkau berkata jujur?
Berapa langkanya engkau dengan syahdu
memohon agar Allah mengampunimu?


Tatkala kutatap TUBUHku, apakah tubuh ini…
Yang kelak menyala penuh cahaya bersinar…
Bersuka cita dan bercengkrama disurga?
Ataukah tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih…
Dalam lahar neraka jahanam,
Terpasung tanpa ampun,
Menderita yang tak akan pernah berakhir?

Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba yang lemah…
Yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan- tanpa peduli,
Padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?


Ketika kutatap hai tubuh,
Seperti apakah gerangan isi HATImu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?
Ataukah sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu.
Ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok?
Apakah hatimu seindah penampilanmu,
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?


Betapa beda....
Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Aku telah tertipu oleh TOPENG yang selama ini tampak
Betapa banyak pujian yang terhampar hanyalah memuji topeng
Sedangkan aku.... hanyalah seonggok sampah yang terbungkus

Aku tertipu...
Aku malu Ya Allah...
Ya Allah... selamatkan aku....
Amin...Ya Rabbil 'alamin


sumber: ( Abdullah Gymnastiar dalam buku Ir. Permadi Alibasyah " Sentuhan kalbu")
=BC/01/09/09=

sumber saduran : KATA-KATA HIKMAH
Read More..

Do'anya seorang Narapidana

Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara. Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan. Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?

Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA . Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan. Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat. Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.

Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik : “TUHAN, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”. Doa selesai. Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.

Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya.

“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,” Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak..!!!”

Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.

“Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”

“Tapi Pak…Sssa..”

Brrrraaaaang !!!!

Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.

Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.

Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam.

“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.

“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.

“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.

Petugas pun ngeloyor pergi.

Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.

Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu. Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

~~~

Sahabat, Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.

Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan dari Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan DIA yang menciptakan kita.

Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku :
“Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat”.

sumber : kaskus
Read More..

Selembar Bulu Mata

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu.

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat. Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu, ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka

Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan." Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata." (atas rahmat Allah) Sungguh Allah Maha Pemberi Karunia....

wallahu a'lam
sumber : kaskus
Read More..

Bila Al Qur'an Bisa Berbicara



Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori).


Rasulullah SAW selalu membaca Al-Qur’an. Beliau juga suka mendengarkan bacaan dari sahabatnya, khususnya sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berlinang air matanya bila membaca dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seperti yang dikisahkan dalam sebuah hadist dari Ibnu Mas’ud: Suatu ketika Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah saya membacakan untukmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?”. Dijawab nabi SAW: “Saya ingin mendengar dari orang lain”. Ibnu Mas’ud berkata, ”Maka saya bacakan surat An Nisa hingga sampai pada ayat “Fa kaifa idzaa ji’na min kulli ummatin bisyahidin waji’na bika ’ala ha’ula’i syahiida” (Bagaimanakah jika Kami telah mendatangkan untuk setiap ummat saksinya dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas semua ummat itu). Nabi bersabda, “Cukuplah sampai di sini”. Saya menoleh melihat nabi SAW sedang bercucuran air mata.“ {HR. Bukhori dan Muslim}.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an bertemu pembacanya pada hari kiamat saat kuburannya dikuak, dalam rupa seorang laki-laki yang pucat. Dia (Al-Qur’a) bertanya, “apakah engkau mengenalku? Dia menjawab, “aku tidak mengenalmu!”. Al-Qur’an berkata, “Aku adalah temanmu, Al-Qur’an, yang membuatmu kehausan pada siang hari yang panas dan membuatmu terjaga pada malam hari. Sesungguhnya pedagang itu mengharapkan hasil dagangannya, dan sesungguhnya pada hari ini aku adalah milikmu dari hasil seluruh perdaganganmu, lalu dia memberikan hak milik orang itu Al-Qur’an dengan tangan kanan dan memberikan keabadian dengan tangan kirinya, lalu di atas kepalanya disematkan mahkota yang berwibawa, sedangkan Al-Qur’an mengenakan 2 pakaian yang tidak kuat disangga oleh dunia. Kedua pakaian ini bertanya, “Karena apa kami engkau kenakan?”. Ada yang menjawab: “Karena peranan Al-Qur’an. Kemudian dikatakan kepada orang itu,”Bacalah sambil naik ketingkatan-tingkatan syurga dan biliknya, maka dia naik sesuai dengan apa yang dibacanya, baik baca dengan cepat, maupun dengan tartil.” (HR Ahmad).

Dari Abu Umamah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).
Dari An Nawas bin Sam’an, Rasulullah SAW bersabda, ”Pada hari kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mempraktekan di dunia, didahului oleh surah Al Baqarah dan Ali Imran yang akan membela dan mempertahankan orang-orang yang mentaatinya.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra, Rasulullah bersabda, ” Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka akan mendapat hasanat dan tiap hasanat mempunyai pahala berlipat 10 kali. Saya tidak berkata Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dn Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Dari Aisyah ra, Raslullah SAW bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang yang megap-megap dan berat jika membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 kali lipat.” (HR Bukhori, Muslim)

“Barang siapa yang SIBUK MEMBACA AL-QUR’AN dan DZIKIR kepada-KU (sehingga dia tidak sempat) memohon kepada-Ku, maka Aku akan MEMBERINYA SESUATU YANG LEBIH UTAMA dari pada apa yang AKU BERIKAN KEPADA ORANG YANG MINTA" (Hadits Qudsy HR. Tirmidzi)

Sumber: Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..

Proses Kematian Proses Sakaratul Maut

“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kamu tangisi boleh berbicara, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kamu sekelian, niscaya kamu akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kamu sendiri”.
(Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan)


Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.

Katakanlah:
“Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”.
Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
(QS Ali Imran, 3:154)


2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kukuh atau berlindung di balik teknologi kedoktoran yang canggih serta ratusan doktor terbaik yang ada di muka bumi ini.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”.

Katakanlah:
“Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?
(QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari dan menghindar.

Katakanlah:
“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.(QS al-Jumu’ah, 62: 8)


4. Kematian datang secara tiba-tiba.

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
(QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS, Al-Munafiqun, 63:11)


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW

Ka’b al-Ahbar berpendapat :
“Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

Imam Ghozali berpendapat :
“Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bahagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat saraf, sendi, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.


Imam Ghozali juga mengambil satu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka dapat mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang lelaki yang muncul dari salah satu kubur.

“Wahai manusia !”, kata lelaki tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.” Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeza untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.


Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan, seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi. Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup.

Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab. Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim.


Allah SWT pun memperlihatkan gambaran rupa Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pengsan tak sedarkan diri. Setelah sedar, Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahawa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,(sambil berkata):
“Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata);
“Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal.
Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata
“Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka,
“Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum. Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa:

“Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?”
Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik.

Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki.

Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.
(QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)


Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan syurga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya
“Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..

Source : www.iluvislam.com
Dihantar oleh : Rashid Editor : n13@m
Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Read More..

10 Peringatan Bumi



Untuk peringatan pada diri yang sering lupa dengan keindahan dunia yang hanya palsu belaka. Sedarlah bahawa bumi sentiasa berkata-kata dengan manusia namun masih ramai lagi manusia yang lalai dan lupa.

Berkata Anas Bin Malik r. a; Sesungguhnya setiap hari bumi menyeru kepada manusia dengan sepuluh perkara;

1. Wahai anak Adam! Berjalanlah di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimasukkan ke dalamnya kelak.

2. Engkau melakukan maksiat di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan diazab di dalam perutku.

3. Engkau ketawa di atas perutku, tetapi ingatlah! Engkau akan menangis di dalam perutku.

4. Engkau bergembira di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan kecewa di dalam perutku.

5. Engkau mengumpul harta di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan menyesal di dalam perutku.

6. Engkau makan benda yang haram di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dimakan oleh ulat di dalam perutku.

7. Engkau angkuh di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan dihina di dalam perutku.

8. Engkau berlari dengan riang di atas belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan jatuh di dalam perutku dalam keadaan dukacita.

9. Engkau hidup di dunia bersiramkan cahaya matahari, bulan dan bintang di belakangku, tetapi ingatlah! Engkau akan tinggal dalam kegelapan di dalam perutku.

10. Engkau hidup di atas belakangku beramai-ramai, tetapi ingatlah! Engkau akan keseorangan di dalam perutku.

Source : http://fauzynm.e-belia.net/
Read More..

Tujuh kali naik Haji tidak bisa melihat Ka’bah

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.
Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. “Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.
Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.

Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.
Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitullah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.
Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kmebali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.
Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah.
Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.
Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap. Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.
Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.
Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.
Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan mau menelponnya. anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.
“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah.
Sarah terdiam sejenak. Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon. “Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya. “Oh, bagus…..Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu. “Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang. Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
“Disana….” sambung Sarah, “Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka.”
Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.
“Astagfirullah……” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.
Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.
Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dala perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.
“Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah.
“Cuma itu ? tanya ulama terperangah. “Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan !”. ucap ulama dengan nada tinggi.
“Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?” tanya ulama itu lagi sedikit kesal.
“Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.”
“Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama.
“Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.”
“Maksudnya ?”. tanya ulama tidak mengerti.
“Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati.”
“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.”
Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah.
“Cuma itu yang kamu lakukan ? Masya Allah….!!! Saya tidak bisa bantu anda. Saya angkat tangan”.
Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu.
Akhirnya ulama itu berkata, “Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.”
Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah t elah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya. Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.
“Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad,” ujar Hasan.
Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut.
“Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?”. tanya ulama itu.
Hasanpun akhirnya bercerita : Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayit.
Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.
Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri.
Dengan ijin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,” Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!”. kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya.
“Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang, sampai tiba di rumahmu, “pesan lelaki itu.
Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langka h seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.
Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.

Sumber : http://tausyiah275.blogsome.com
Read More..
 
SketsA Informasi © 2010 | Designed by SketsaInfo |